Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Prabowo Tegaskan Batas Defisit Anggaran 3% Tetap Dipertahankan

M Ilham Ramadhan Avisena
16/3/2026 15:59
Prabowo Tegaskan Batas Defisit Anggaran 3% Tetap Dipertahankan
Presiden Prabowo Subianto, memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026),(Gerindra.id)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak berencana mengubah batas defisit anggaran sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB). Aturan ini akan tetap dipertahankan sebagai rambu disiplin fiskal, kecuali Indonesia menghadapi krisis besar seperti pandemi.

Dalam wawancara dengan Bloomberg, Prabowo menekankan bahwa batas defisit menjadi alat penting untuk menjaga kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan negara.

"Batas defisit itu adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita. Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti covid-19," kata Prabowo, dikutip Senin (16/3/2026).

Ia menambahkan pemerintah berharap tidak perlu mengambil langkah pelonggaran aturan tersebut. "Saya berharap kita tidak perlu mengubahnya," tuturnya.

Indonesia menetapkan batas defisit maksimal 3% dari PDB sejak awal 2003, setelah terdampak krisis keuangan Asia. Ketentuan ini selama dua dekade menjadi indikator disiplin fiskal yang diawasi oleh investor.

Meski beberapa negara mulai meninggalkan batas defisit yang ketat, Prabowo menilai Indonesia tetap perlu mempertahankan prinsip kehati-hatian. Ia juga menolak gagasan percepatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan utang besar-besaran.

Menurut Prabowo, pandangan tersebut bertentangan dengan prinsip sederhana yang ia pegang sejak kecil dalam pengelolaan keuangan: "Jangan membelanjakan lebih dari yang kita hasilkan. Itu adalah prinsip dasar kehidupan untuk bisa bertahan," katanya.

Di sisi lain, Prabowo menilai Indonesia memiliki keunggulan dibanding negara lain karena masih memiliki sumber daya alam melimpah, seperti sawit dan batu bara, yang membantu menjaga ketahanan nasional. Pemerintah juga akan terus memperluas pemanfaatan energi alternatif, termasuk panas bumi, tenaga surya, tenaga air, serta biofuel.

Prabowo optimistis upaya efisiensi energi ini akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada sumber daya dari luar negeri dalam beberapa tahun mendatang.

"Kalau kita bisa melewati ini, dalam dua tahun kita akan menjadi sangat efisien. Kita akan sangat, sangat tidak bergantung pada sumber dari luar," pungkasnya. (Mir/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya