Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Di Tengah Tantangan Daya Beli, Industri Pembiayaan Tatap Peluang Pertumbuhan Positif

Indrastuti
05/3/2026 22:49
Di Tengah Tantangan Daya Beli, Industri Pembiayaan Tatap Peluang Pertumbuhan Positif
Ilustrasi(Dok Istimewa)

DI tengah tantangan daya beli masyarakat saat ini, industri pembiayaan tetap melihat peluang pertumbuhan yang positif. Ini dilakukan PT Mandiri Utama Finance (MUF) yang berkomitmen menjaga pertumbuhan sehat dan berkelanjutan pada 2026 melalui sejumlah strategi.

“Menghadapi 2026, kami tak semata mengejar pertumbuhan volume, tetapi memastikan kualitas pembiayaan tetap terjaga. Strategi kami adalah ekspansi yang selektif, penguatan manajemen risiko, dan optimalisasi potensi sinergi dalam ekosistem Bank Mandiri dan BSI,” ujar Direktur sekaligus Plt Direktur Utama MUF Dapot Parasian S Sinaga, di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Dia mengatakan hingga akhir 2025, MUF memiliki 164 jaringan kantor di seluruh Indonesia. Ke depan, penambahan jaringan tetap dilakukan terukur, serta difokuskan pada wilayah dengan potensi pertumbuhan yang baik dan kebutuhan pembiayaan yang tinggi.

Dari sisi bisnis, Dapot menyampaikan MUF akan memaksimalkan seluruh portofolio pembiayaan, mencakup pembiayaan mobil baru, mobil bekas, motor baru, motor bekas, serta pembiayaan dana tunai. Selain itu, perusahaan meningkatkan penetrasi pada segmen wholesale sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan penguatan struktur bisnis.

Menurutnya, Ramadan dan Lebaran jadi salah satu momen penting karena MUF menghadirkan promo tematik bertajuk Berkah Kendaraan Impian untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat lebih fleksibel dan kompetitif.
“Ramadan selalu jadi momentum peningkatan kebutuhan kendaraan. Melalui Berkah Kendaraan Impian, kami mau menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan, namun tetap prudent dan terukur,” tambah Dapot.

Menjelang Lebaran, kata dia, pembiayaan mobil diproyeksikan tetap jadi segmen dominan untuk kebutuhan perjalanan keluarga, sementara sepeda motor mendukung mobilitas harian. Produk dana tunai jadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan menjelang Hari Raya.

Sejalan dengan komitmen sustainable business, MUF mencatat pembiayaan kendaraan listrik (EV) dan hybrid pada 2025 mencapai Rp2,49 triliun, tumbuh 99% secara year-on-year dan mencakup 10% dari total penyaluran pembiayaan. Di sisi lain, porsi pembiayaan sektor produktif mencapai 23% dari total portofolio, yang mencerminkan peran aktif MUF dalam mendukung kegiatan ekonomi riil.

MUF juga memiliki potensi besar melalui sinergi dengan Bank Mandiri dan BSI (Bank Syariah Indonesia). Dari sisi pendanaan, skema joint financing memperkuat struktur pembiayaan lebih efisien dan kompetitif. Dari sisi penjualan, captive market dalam ekosistem perbankan memberikan peluang ekspansi kepada nasabah dengan profil risiko terjaga.
“Sinergi dengan Bank Mandiri dan BSI bukan hanya soal pendanaan, tapi juga perluasan akses pasar berkualitas. Ini jadi kekuatan utama kami untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” jelas Dapot.

Dari sisi kualitas aset, MUF mampu menjaga rasio Non-Performing Financing (NPF) pada level 1,30% per Januari 2026, membaik daripada periode sama tahun sebelumnya sebesar 1,36%. Capaian ini menunjukkan efektivitas penguatan manajemen risiko serta kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi dinamika pasca Lebaran.

Dia menegaskan dengan strategi ekspansi selektif, penguatan sinergi, serta fokus pada pembiayaan berkelanjutan dan sektor produktif, MUF optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat sepanjang 2026.

Dia menambahkan kinerja dan fundamental bisnis MUF juga tercermin dari hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) yang kembali menetapkan peringkat idAAA dengan outlook stabil untuk periode 2026 hingga 2027. Peringkat ini merupakan kategori tertinggi yang diberikan lembaga independen tersebut dan mencerminkan kemampuan perusahaan sangat kuat memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.

Sepanjang 2025, MUF juga meraih penghargaan seperti Indonesia Halal Industry Awards 2025 dari Kemenperin, penghargaan dari Ditjen Pajak sebagai salah satu Wajib Pajak dengan kontribusi penerimaan terbesar, dan penghargaan pada ajang Bisnis Indonesia Financial Awards 2025. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya