Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Blok Duyung Natuna Raih Kepastian Investasi, Siap Beri Dampak Positif bagi Negara

Rahmatul Fajri
02/3/2026 19:32
Blok Duyung Natuna Raih Kepastian Investasi, Siap Beri Dampak Positif bagi Negara
Ilustrasi(Dok Istimewa)

SKK Migas bersama Conrad Asia Energy dan PT Nations Natuna Barat resmi memulai tahap implementasi Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, Laut Natuna. Proyek strategis ini turut menggandeng pengusaha Hashim S. Djojohadikusumo melalui Arsari Group sebagai pemegang saham mayoritas.

Penandaan dimulainya tahap implementasi FID ini dilakukan di Kantor SKK Migas, Jakarta, Senin (2/3/2026), dihadiri langsung oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dan CEO Arsari Group Hashim S. Djojohadikusumo. Proyek ini diproyeksikan menjadi pilar baru ketahanan energi nasional dengan target produksi pertama (First Gas) pada kuartal IV tahun 2027.

"Keputusan investasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan KKKS untuk mempercepat pengembangan lapangan gas potensial. Lapangan Gas Mako diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional," ujar Djoko Siswanto, melalui keterangannya, Senin (2/3).

Keterlibatan PT Nations Natuna Barat (entitas di bawah Arsari Group) memperkuat struktur pembiayaan proyek Mako. Dengan dukungan pendanaan dari Bank Negara Indonesia (BNI), proyek ini dipastikan memiliki pondasi finansial yang solid untuk menjalankan fase pengeboran hingga konstruksi offshore.

Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya adalah bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung kedaulatan energi Indonesia.

“Kami optimistis proyek ini dapat dijalankan secara profesional dan tepat waktu. Selain memberikan kontribusi bagi penerimaan negara, ini adalah langkah nyata penguatan ketahanan energi kita,” kata Hashim.

Pasokan Gas untuk PLN dan Ketahanan Listrik

Kepastian komersialisasi gas Mako telah terjamin melalui penandatanganan Gas Sales Agreement (GSA) dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). Sebagai offtaker tunggal, PLN akan menyerap produksi gas tersebut untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik nasional.

Chairman Conrad Asia Energy, Peter Botten, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang memungkinkan FID ini terwujud, mulai dari instansi pemerintah, mitra nasional, hingga lembaga perbankan.

Proyek Mako memasuki rangkaian fase utama mulai dari Pre-FID pada 2025 hingga target First Gas pada November 2027. Kegiatan mencakup engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi offshore, hingga commissioning dan start-up. Lapangan Gas Mako diperkirakan mulai berproduksi (onstream) pada kuartal IV tahun 2027 dan diharapkan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan sektor hulu migas Indonesia. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya