Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Asmindo Perkuat Kemitraan Eksportir Kayu Keras AS

Media Indonesia
26/2/2026 16:26
Asmindo Perkuat Kemitraan Eksportir Kayu Keras AS
(MI/HO)

ASOSIASI Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan dagang berbasis berkelanjutan dengan eksportir kayu keras Amerika Serikat yang tergabung dalam American Hardwood Export Council (AHEC). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat pada 18 Februari 2026.

Komitmen ini tetap dijalankan meskipun Mahkamah Agung Amerika Serikat kemudian membatalkan kebijakan tarif resiprokal. Asmindo menilai kerja sama tersebut memiliki nilai strategis jangka panjang bagi penguatan rantai pasok global industri furnitur dan kerajinan berbasis kayu di kedua negara.

Strategi Peningkatan Daya Saing Global

Ketua Umum Asmindo, Dedy Rochimat, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang berhasil merampungkan perjanjian ART. Menurutnya, kesepakatan tersebut adalah langkah penting untuk membuka akses perdagangan yang lebih kompetitif bagi produk furnitur nasional di pasar Amerika Serikat.

Dedy menegaskan bahwa kemitraan dengan anggota AHEC berorientasi pada peningkatan daya saing tanpa menggeser peran kayu domestik. "Pemanfaatan American hardwood diposisikan sebagai alternatif bahan baku berkualitas yang mampu memperkaya variasi material, meningkatkan kualitas produk, serta memenuhi preferensi desain pasar internasional bernilai tinggi," jelasnya.

Proyeksi Pertumbuhan Industri Furnitur

  • Nilai Belanja Kayu AS Saat Ini: Estimasi US$30 Juta per tahun.
  • Target Kebutuhan Masa Depan: Proyeksi US$100 Juta per tahun.
  • Fokus Pasar: Segmen menengah-atas dan premium (AS, Eropa, dan Global).
  • Skema Kerjasama: Win-win solution melalui peningkatan kapasitas manufaktur nasional.

Integrasi Rantai Pasok dan Berkelanjutan

Kolaborasi ini berbasis pada prinsip berkelanjutan dan kepatuhan legal. Asmindo menekankan bahwa yang diimpor adalah bahan baku, sementara nilai tambah manufaktur, desain, dan ekspor tetap dilakukan sepenuhnya di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memperkuat IKM dan industri nasional dalam menghadapi persaingan global.

Kedua pihak kini tengah menjajaki penggunaan kayu keras Amerika pada berbagai kategori produk, seperti:

  • Solid wood furniture
  • Komponen interior premium
  • Kerajinan kayu berorientasi ekspor

Selain aspek material, kerja sama ini juga mencakup pertukaran informasi spesies, standar kualitas hardwood, dialog teknis terkait pengolahan, serta fasilitasi jejaring bisnis antara eksportir Amerika dan produsen furnitur anggota Asmindo.

Indonesia Sebagai Pusat Manufaktur Dunia

Tahap awal implementasi kemitraan difokuskan pada penjajakan pasar dan peningkatan pemahaman teknis material. Asmindo memandang langkah ini sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

"Indonesia tidak hanya ingin menjadi basis produksi, tetapi menjadi pusat manufaktur bernilai tambah tinggi yang berbasis keberlanjutan dan kemitraan global," tutup Dedy Rochimat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya