Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Strategi Mengatur Portofolio Investasi SBN 2026 di Tengah Tren Suku Bunga Rendah

Media Indonesia
26/2/2026 06:20
Strategi Mengatur Portofolio Investasi SBN 2026 di Tengah Tren Suku Bunga Rendah
Ilustrasi.(Antara)

KEPUTUSAN Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75% pada Februari 2026 memberikan kepastian bagi pasar keuangan, namun sekaligus menjadi tantangan bagi investor konservatif. Dalam era suku bunga rendah ini, membiarkan dana mengendap di tabungan konvensional atau deposito perbankan bukan lagi strategi yang optimal.

Analisis Perbandingan: SBN Ritel vs Deposito 2026

Bagi investor yang mencari keamanan maksimal, Surat Berharga Negara (SBN) Ritel menawarkan imbal hasil riil yang jauh lebih menarik dibandingkan deposito. Berikut adalah perbandingan simulasinya:

Indikator Perbandingan SBN Ritel (Contoh: ORI029) Deposito Bank BUMN
Imbal Hasil (Kupon/Bunga) 5,45% - 5,80% (Fixed) 3,25% - 3,50% (Variable)
Pajak Penghasilan 10% (Final) 20% (Final)
Imbal Hasil Bersih (Net) ± 4,91% - 5,22% ± 2,60% - 2,80%
Jaminan Keamanan Negara (Tanpa Batas Nominal) LPS (Maksimal Rp2 Miliar)

Strategi "Lock-in" Kupon: Manfaatkan Momentum Awal Tahun

Dengan BI-Rate yang diprediksi tetap stabil atau bahkan berpeluang turun di akhir tahun 2026, investor disarankan untuk melakukan strategi Lock-in. Seri SBN yang terbit di kuartal I dan II seperti ORI029 dan SR024 biasanya menawarkan kupon yang sangat kompetitif. Dengan membeli sekarang, Anda mengunci tingkat keuntungan tersebut hingga 3 atau 6 tahun ke depan, tanpa perlu khawatir jika suku bunga pasar menurun di masa depan.

Tips Strategi: Gunakan porsi 60% untuk tenor panjang (6 tahun) guna memaksimalkan compounding effect, dan 40% untuk tenor pendek (3 tahun) guna menjaga fleksibilitas likuiditas.

Diversifikasi dengan Metode Laddering

Untuk memastikan arus kas (cash flow) bulanan tetap terjaga, jangan lewatkan jadwal penerbitan SBN 2026 lainnya. Pemerintah berencana merilis instrumen syariah seperti Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST) di pertengahan tahun. Membagi investasi ke beberapa seri akan memberikan tanggal jatuh tempo yang berbeda, sehingga likuiditas portofolio Anda menjadi lebih sehat.

Kesimpulan

Di tengah tren suku bunga rendah 2026, instrumen SBN Ritel bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan jangkar utama dalam portofolio investasi. Dengan pajak yang lebih rendah dan jaminan keamanan penuh dari Negara Mata Uang Rupiah, SBN adalah solusi cerdas untuk mendapatkan passive income yang stabil dan aman.

FAQ Strategi SBN 2026

  • Apakah SBN bisa dijual sebelum jatuh tempo? Ya, khusus untuk jenis ORI dan SR dapat dijual di pasar sekunder melalui aplikasi mitra distribusi.
  • Berapa minimal investasi SBN? Anda bisa mulai berinvestasi hanya dengan Rp1.000.000.
  • Bagaimana jika suku bunga BI naik? Jika Anda memegang jenis ST atau SBR (floating with floor), kupon Anda akan ikut naik mengikuti suku bunga acuan.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya