Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Kalender Investasi SBN 2026: Jadwal Lengkap dan Strategi Cuan Maksimal

Media Indonesia
26/2/2026 11:26
Kalender Investasi SBN 2026: Jadwal Lengkap dan Strategi Cuan Maksimal
Warga mencari informasi mengenai Surat Berharga Negara (SBN) jenis Sukuk Tabungan Seri ST010 di Jakarta, beberapa waktu lalu.(Antara/Hafidz Mubarak A)

MEMASUKI tahun 2026, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) Ritel masih menjadi primadona bagi investor yang mencari keamanan tingkat tinggi. Dengan jaminan 100% dari pemerintah melalui Undang-Undang APBN, SBN menawarkan alternatif investasi yang jauh lebih stabil dibandingkan saham atau kripto, namun dengan imbal hasil yang lebih kompetitif daripada deposito konvensional.

Kementerian Keuangan telah merancang setidaknya delapan kali penerbitan SBN Ritel sepanjang tahun 2026. Bagi Anda yang ingin membangun portofolio pendapatan pasif (passive income), memahami kalender rilis ini adalah langkah awal yang krusial.

Jadwal Lengkap Rilis SBN Ritel 2026 (Tentatif)

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), berikut adalah estimasi jadwal penawaran SBN Ritel 2026:

Seri SBN Estimasi Masa Penawaran
ORI029 26 Januari – 19 Februari 2026
SR024 6 Maret – 15 April 2026
ST016 8 Mei – 3 Juni 2026
ORI030 6 Juli – 30 Juli 2026
SR025 21 Agustus – 16 September 2026
SWR007 4 September – 21 Oktober 2026
SBR015 28 September – 22 Oktober 2026
ST017 6 November – 2 Desember 2026

*Jadwal bersifat tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Kementerian Keuangan.

Mengapa Pilih ORI di Tahun 2026?

Obligasi Negara Ritel (ORI) tetap menjadi favorit karena sifatnya yang tradable atau dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Artinya, jika Anda membutuhkan dana darurat sebelum masa tenor berakhir (biasanya 3 atau 6 tahun), Anda bisa menjualnya melalui mitra distribusi.

Keuntungan utama ORI pada 2026 meliputi:

  • Kupon Fixed Rate: Besaran bunga tetap hingga jatuh tempo, tidak peduli kondisi ekonomi berubah.
  • Pajak Rendah: SBN hanya dikenakan pajak kupon 10%, jauh di bawah pajak deposito yang mencapai 20%.
  • Potensi Capital Gain: Jika suku bunga acuan turun, harga ORI di pasar sekunder cenderung naik, memungkinkan Anda menjual di atas harga beli.

People Also Ask: Apa Perbedaan ORI, SR, SBR, dan ST?

Banyak investor pemula bingung memilih seri yang tepat. Secara sederhana, pembagiannya adalah sebagai berikut:

  • ORI & SR (Tradable): Bisa dijual kembali di pasar sekunder. Cocok untuk Anda yang membutuhkan fleksibilitas likuiditas. SR dikelola dengan prinsip Syariah.
  • SBR & ST (Non-Tradable): Tidak bisa dijual di pasar sekunder, namun memiliki fitur Early Redemption untuk mencairkan maksimal 50% modal di tengah jalan. Kupon bersifat Floating with Floor.

Strategi Investasi SBN 2026 untuk Passive Income

Untuk memaksimalkan keuntungan, jangan menaruh semua modal Anda pada satu seri. Gunakan strategi Laddering. Misalnya, bagi modal Anda ke dalam ORI029 di awal tahun dan SBR015 di akhir tahun. Dengan cara ini, Anda memiliki diversifikasi tenor dan jenis kupon yang menjaga arus kas bulanan tetap stabil.

Practical Checklist Sebelum Membeli SBN 2026:

  1. Memiliki KTP dan NPWP (untuk pelaporan pajak).
  2. Memiliki rekening di salah satu Mitra Distribusi resmi (Bank, Sekuritas, atau Fintech).
  3. Sudah melakukan registrasi Single Investor Identification (SID).
  4. Menyiapkan dana minimal Rp1.000.000 (Mata Uang Rupiah).
  5. Menentukan tujuan investasi (dana pendidikan atau dana pensiun).

Kesimpulan

SBN Ritel 2026 adalah instrumen Safe Haven yang cerdas di tengah dinamika ekonomi global. Dengan pajak yang lebih rendah dan jaminan negara yang mutlak, tidak ada alasan bagi investor ritel untuk melewatkan kesempatan ini. Pastikan Anda mencatat tanggal penawaran agar tidak kehabisan kuota nasional.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah investasi SBN bisa rugi?
Risiko gagal bayar hampir nol karena dijamin undang-undang. Risiko hanya terjadi jika Anda menjual ORI/SR di pasar sekunder saat harganya sedang turun (capital loss).

2. Berapa minimal investasi SBN?
Sangat terjangkau, mulai dari Rp1.000.000 hingga maksimal Rp5 miliar - Rp10 miliar per seri.

3. Kapan kupon SBN dibayarkan?
Kupon ditransfer otomatis ke rekening Anda setiap bulan, biasanya pada tanggal 10 atau 15.

4. Apakah SBN syariah (Sukuk) hanya untuk muslim?
Tidak. Seluruh warga negara Indonesia tanpa memandang agama dapat berinvestasi di Sukuk Ritel maupun Sukuk Tabungan. (I-2)

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya