Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Danamon Indonesia Tbk menyampaikan kinerja tahun fiskal 2025 dalam konferensi pers secara daring, Kamis (19/2). Informasi keuangan yang dipaparkan turut memperhitungkan dampak dari penggabungan usaha antara PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) dan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) per 1 Oktober 2025 lalu.
Dalam aspek intermediasi, 31 Desember 2025 Danamon membukukan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp212,7 triliun atau tumbuh 9% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan dalam sisi kredit ini ditopang oleh pertumbuhan kredit seluruh lini bisnis, enterprise banking dan financial institution, SME banking, consumer banking, dan Adira Finance,” kata Chief Financial Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk Theresia Andriana.
Sementara itu, simpanan pihak ketiga yang dihimpun konsolidasian tumbuh 16% mencapai Rp176,9 triliun. Dari jumlah tersebut, simpanan pada giro dan tabungan tumbuh 18% year-on-year mencapai Rp75,2 triliun.
Pada aspek profitabilitas, Danamon mencatatkan laba bersih tahun berjalan konsolidasian setelah pajak dan kepentingan minoritas sebesar Rp4 triliun. Angka itu tumbuh 14% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kemudian laba operasional sebelum pencadangan atau Pre-Provision Operating Profit (PPOP) konsolidasian tercatat sebesar Rp9,6 triliun, tumbuh 4% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan laba bersih Danamon didorong oleh peningkatan pendapatan, pengelolaan biaya yang baik, serta didukung perbaikan pada biaya kredit atau cost of credit sebesar 10% year-on-year,” kata Theresia.
Adapun rasio NPL Bruto pada waktu yang sama sebesar 1,7% atau 20 basis poin lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara rasio cakupan NPL adalah 280,7% dan rasio cakupan LAR meningkat 560 basis poin year-on-year mencapai 54,9%.
Theresia pun memberikan gambaran apabila kinerja tersebut mengecualikan dampak dari penggabungan usaha antara Adira Finance dan Mandala Finance. Misalnya total kredit dan trade finance konsolidasian per 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp206,9 triliun atau tumbuh 9% year-on-year.
Sementara simpanan pihak ketiga tumbuh 15% year-on-year mencapai Rp176,9 triliun. Pada aspek profitabilitas, Danamon membukukan pendapatan operasional konsolidasian sebesar Rp19,5 triliun, tumbuh 3% year-on-year.
“Pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp8,6 triliun, tumbuh 4% year-on-year, dan labah bersih setelah pajak konsolidasian sebesar Rp3,9 triliun atau tumbuh 21% year-on-year,” pungkasnya.
Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila juga menyampaikan kontribusi merger dari Mandala Finance terhadap kinerja Adira. “Dari sudut dampak, memang sudah berdampak. Aset kami tumbuh karena merger ini,” ujarnya.
“Yang paling penting jangkauan kami sekarang tumbuh signifikan. Outlet kami sudah increase by 40% dan meng-cover 70% dari kabupaten di seluruh Indonesia,” imbuh Made.
Namun dalam konteks aset, katanya, pertumbuhannya belum terlalu besar.
“Mandala itu kira-kira 10% dari aset Adira. Jadi, tidak terlalu besar untuk pertumbuhannya. Tetapi yang kita siapkan adalah pasar yang semakin luas yang bisa dijangkau oleh Adira dengan merger dengan Mandala. Karena Mandala memberi tambahan sekitar 20% karyawan dan sekitar 40% network,” pungkasnya. (E-4)
Gaikindo bersama Kementerian Perindustrian telah memproyeksikan target penjualan nasional di bawah 1.1 juta (tepatnya 850.000) unit pada 2026.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) bersama Agile Indonesia pada hari ini menyelenggarakan Indonesia Agile Conference 2025.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) bersama Agile Indonesia Jumat (7/11) menyelenggarakan Indonesia Agile Conference 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved