Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Tahan BI-Rate, Bank Indonesia Desak Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit

Media Indonesia
19/2/2026 19:40
Tahan BI-Rate, Bank Indonesia Desak Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit
Ilustrasi.(Freepik)

BANK Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate tetap berada di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada Kamis (19/2/2026). Keputusan ini juga diikuti dengan penetapan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan stabilitas nilai tukar rupiah serta upaya memastikan inflasi tahun 2026-2027 tetap berada dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Penurunan Bunga Kredit Bank masih Lambat

Dalam konferensi pers pasca-RDG, Perry menyoroti fenomena transmisi kebijakan moneter ke sektor perbankan yang masih terbatas. Meski BI telah memangkas suku bunga acuan sebanyak lima kali dengan total 125 basis poin (bps) sepanjang 2025, suku bunga kredit belum turun secara proporsional.

“Suku bunga kredit perbankan baru mengalami penurunan sebesar 40 bps, dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi 8,80 persen pada Januari 2026. Ke depan, upaya penurunan suku bunga kredit masih perlu terus ditingkatkan,” tegas Perry.

Perbandingan Penurunan Suku Bunga (Januari 2025 vs Januari 2026)

Instrumen Januari 2025 Januari 2026 Penurunan
Suku Bunga Kredit 9,20% 8,80% 40 bps
Suku Bunga Deposito (1 Bulan) 4,81% 4,13% 68 bps

Hambatan Special Rate dan Likuiditas Moneter

BI mencatat bahwa salah satu penyebab melambatnya penurunan bunga kredit adalah tingginya bunga simpanan untuk nasabah besar. BI mencatat pemberian special rate masih mencakup 26,42 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Di sisi lain, suku bunga di pasar uang justru menunjukkan penurunan yang lebih tajam. Suku bunga INDONIA telah menyusut 211 bps sejak awal 2025 menjadi 3,92 persen. Begitu pula dengan imbal hasil instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang rata-rata turun di atas 220 bps untuk berbagai tenor.

“Transmisi penurunan suku bunga kebijakan terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut, tetapi memang lebih terbatas. Kami terus mencermati ruang penurunan BI-Rate tahun ini dengan tetap berpegang pada data ekonomi terkini atau data dependent,” tambah Perry.

Dengan likuiditas yang memadai, BI berharap perbankan dapat lebih agresif dalam menyalurkan kredit dengan bunga yang lebih rendah untuk menyokong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih tinggi.

People Also Ask (FAQ)

Berapa suku bunga BI-Rate saat ini?
Per 19 Februari 2026, Bank Indonesia menetapkan BI-Rate tetap di level 4,75 persen.

Mengapa bunga kredit bank tidak turun secepat bunga BI?
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk biaya dana perbankan yang masih tinggi akibat pemberian bunga khusus (special rate) kepada deposan besar.

Apa dampak BI-Rate yang tetap bagi masyarakat?
Keputusan ini bertujuan menjaga nilai tukar Rupiah tetap stabil sehingga harga barang-barang impor (inflasi) tidak melonjak, namun di sisi lain masyarakat berharap bunga pinjaman bisa segera turun. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya