Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Persaingan Broker Properti Makin Ketat, Profesionalisme Jadi Kunci Bertahan

Heryadi
18/2/2026 15:16
Persaingan Broker Properti Makin Ketat, Profesionalisme Jadi Kunci Bertahan
Persaingan broker properti makin ketat.(Dok.Istimewa)

INDUSTRI jasa broker properti di Indonesia memasuki fase persaingan yang semakin ketat. Pelaku usaha tidak lagi cukup hanya mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi dituntut menjadi konsultan investasi yang memahami tren pasar, strategi pemasaran modern, serta memiliki integritas dan kompetensi tinggi.

Direktur LJH Realty, Oka Mahendra, mengatakan perubahan perilaku konsumen dan digitalisasi pemasaran mendorong broker untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan berorientasi pada layanan prima.

“Broker properti yang profesional perlu punya wawasan dan attitude yang baik. Seperti ponsel, setiap waktu harus di-upgrade agar performanya optimal,” ujar Oka di Jakarta, Rabu (18/2).

Menurut dia, pertumbuhan platform digital properti ikut meningkatkan jumlah broker di Indonesia. Di sisi lain, konsumen kini semakin teredukasi sehingga diferensiasi layanan menjadi faktor penentu dalam persaingan.

“Kondisi ini membuat standar profesionalisme broker semakin tinggi, mulai dari kemampuan komunikasi, pemahaman legalitas transaksi, hingga penguasaan digital marketing. Hal ini yang selalu kami kedepankan dalam meng-upgrade property consultant dan mitra outlet LJH Realty,” katanya.

Oka menilai ada sejumlah kualifikasi yang harus dimiliki broker profesional, antara lain konsistensi pengembangan diri, penerapan standar layanan tinggi, kompetensi pemasaran strategis, sertifikasi, serta penguasaan teknologi digital.

Ia mencontohkan, perusahaannya menargetkan kualitas pelayanan setara lembaga perbankan nasional seperti Bank Central Asia (BCA). Untuk itu, LJH Realty menggelar Summit LJH Realty 2026 awal Februari lalu dengan menghadirkan praktisi layanan pelanggan dan pembicara internasional guna memperkuat kapasitas pemasaran dan pelayanan.

Dalam menghadapi kompetisi, Oka menegaskan pengembangan sumber daya manusia harus menjadi strategi utama keberlanjutan bisnis. “Perusahaan harus terus meng-upgrade skill tenaga marketing secara berkelanjutan. Tanpa itu, sulit bertahan dalam persaingan,” ujarnya.

MASIH TERBUKA LEBAR
Sementara itu, CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, menilai prospek bisnis jasa broker properti masih terbuka lebar, terutama didorong pertumbuhan kelas menengah dan kebutuhan hunian di kawasan urban.

Namun, ia menekankan peran broker kini bergeser menjadi konsultan yang mampu memberikan analisis nilai, risiko, dan potensi investasi. “Broker yang bertahan adalah yang mampu memberi nilai tambah, bukan hanya menawarkan produk. Konsumen sekarang datang dengan data, sehingga broker harus lebih siap secara pengetahuan, teknologi, dan layanan,” ujarnya.

Ali juga menyoroti digitalisasi sebagai faktor penentu masa depan industri. Platform pemasaran online, virtual tour, dan pemasaran berbasis data akan mempercepat seleksi di pasar.

Menurut dia, tantangan utama industri bukan pada permintaan, melainkan kualitas sumber daya manusia. Profesionalisme, integritas, dan konsistensi pengembangan diri menjadi fondasi utama agar broker tetap relevan di tengah meningkatnya ekspektasi dan transparansi informasi pasar. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya