Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Broker Properti Jadi Peluang Profesi di Tengah Dinamika Pasar

Naufal Zuhdi
09/2/2026 17:21
Broker Properti Jadi Peluang Profesi di Tengah Dinamika Pasar
penyelenggaraan Awards Annual 2026 Parade of Excellence yang digelar LJH Realty Indonesia di The H Club.(Dok.Istimewa)

 

DI tengah dinamika ekonomi dan persaingan ketat industri properti, profesi broker properti dinilai semakin relevan dan menjanjikan. Hal tersebut tecermin dari penyelenggaraan Awards Annual 2026 Parade of Excellence yang digelar LJH Realty Indonesia di The H Club, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Ajang penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi para property consultant dan mitra outlet yang mencatatkan kinerja unggul sepanjang 2025. Lebih dari sekadar seremoni, acara ini sekaligus mencerminkan meningkatnya pengakuan terhadap peran agen dan broker properti dalam ekosistem industri real estate nasional.

Direktur LJH Realty Indonesia, Oka Mahendra, menjelaskan bahwa LJH Realty hadir sebagai brand properti 100% lokal dengan filosofi Leading Journey Home. Filosofi ini menekankan pentingnya rasa aman, kepercayaan, dan kenyamanan dalam setiap transaksi properti.

“Properti bukan sekadar transaksi jual beli aset bernilai besar. Di dalamnya ada kepercayaan, rasa aman, dan kualitas pelayanan. Di sinilah peran broker properti menjadi krusial,” ujar Oka dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (9/2).

Sebagai bentuk apresiasi kepada para konsultan dan mitra berprestasi, LJH Realty turut menghadirkan musisi nasional Marcello Tahitoe atau Ello untuk memeriahkan acara penghargaan tersebut.

DIKELOLA PARA PROFESIONAL
Saat ini, LJH Realty dikelola oleh profesional yang telah puluhan tahun berkecimpung di industri properti. Jaringannya telah berkembang menjadi sekitar 36 kantor dengan lebih dari 600 property consultant yang bergabung melalui dua skema kemitraan, yakni sebagai konsultan pemasaran dan mitra outlet.

Jaringan LJH Realty tidak hanya terpusat di Jabodetabek, melainkan juga menjangkau berbagai kota besar seperti Bali, Semarang, Batam, Solo, Yogyakarta, Bandung, hingga Makassar. Kantor pusat berperan sebagai penggerak utama dalam pelatihan, penguatan merek, pengembangan jejaring, sistem pendukung, serta pemberian penghargaan bagi para mitra.

Menurut Oka, profesionalisme menjadi faktor pembeda utama broker properti saat ini. LJH Realty membekali para konsultan dengan pelatihan berkelanjutan, penguatan personal dan corporate branding, serta sertifikasi broker. “Agen properti harus profesional, aman, dan berorientasi pada pelayanan. Konsumen sekarang jauh lebih selektif,” katanya.

PERUBAHAN PERILAKU
Perubahan perilaku konsumen juga turut memperkuat peran broker. Klien kini tidak hanya mencari properti, tetapi juga mengutamakan kualitas layanan, baik di pasar primer maupun sekunder. Oka menyebut pasar sekunder masih mendominasi karena banyak pembeli mencari fleksibilitas harga dan lokasi.

“Menjual properti bukan sekadar pasang iklan. Broker berperan menjembatani penjual dan pembeli, melakukan follow up, negosiasi, hingga memastikan legalitas dokumen,” ujarnya.

Sejumlah indikator menunjukkan prospek pasar properti 2026 tetap positif. Properti dengan harga di bawah Rp1 miliar masih diminati karena didorong oleh kebutuhan end-user. Di sisi lain, pemerintah juga terus menggulirkan insentif sektor properti, termasuk kebijakan PPN 100%, yang dinilai efektif mendorong minat beli.

Dari sisi pembiayaan, perbankan berlomba menawarkan produk KPR yang semakin kompetitif, mulai dari suku bunga rendah hingga tenor panjang. Kondisi ini menciptakan iklim yang kondusif bagi transaksi dan membuka peluang lebih besar bagi broker properti.

Selain pasar jual beli, segmen sewa-menyewa juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Banyak masyarakat menunda pembelian properti, namun tetap membutuhkan hunian, sehingga permintaan sewa terus meningkat.

PENGAKUAN PROFESI
Pengakuan terhadap profesi broker juga tecermin dari penghargaan Lifetime Achievement Award yang diterima Hanny Koswidjaja, Principal LJH Realty Kelapa Gading. Selama 24 tahun berkecimpung di dunia properti, ia menilai pasar sekunder di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, tetap dinamis.

“Pasar sekunder di Kelapa Gading sangat besar. Transaksi tinggi dengan harga rumah mulai dari Rp2 miliar. Kompleksitas transaksi membuat peran broker tetap dibutuhkan,” kata Hanny.

Sementara itu, Property Consultant LJH Realty Batam, Yuliana Yusni, menilai profesi broker properti sangat menjanjikan, khususnya di kota industri seperti Batam yang memiliki kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia. “Permintaannya bukan hanya apartemen, tetapi juga ruko dan gudang. Kawasan industri dan perumahan terus berkembang,” ujarnya.

Sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kebutuhan hunian nasional masih tinggi, serta pandangan pelaku industri bahwa sektor properti tetap menjadi penopang ekonomi, profesi broker properti diperkirakan akan terus relevan.

Dengan dukungan profesionalisme, sertifikasi, dan pelayanan prima, broker properti dinilai tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menjadi salah satu profesi yang menjanjikan di masa kini dan mendatang. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya