Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Penjualan Domestik Menguat, Unilever Indonesia Bukukan Rp31,9 T

Insi Nantika Jelita
12/2/2026 22:10
Penjualan Domestik Menguat, Unilever Indonesia Bukukan Rp31,9 T
Ilustrasi(Dok Unilever Indonesia)

PT Unilever Indonesia Tbk melaporkan penjualan bersih dari continuing operations atau operasi yang masih berjalan sebesar Rp31,9 triliun pada 2025. Angka itu tidak termasuk bisnis es krim dan Teh Sariwangi  Angka ini tumbuh 4,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Perseroan mencatat pertumbuhan yang kuat, terutama didorong oleh penjualan domestik yang menguat.

“Penjualan domestik meningkat dengan tegas, dan bisnis ekspor kami terus berjalan dengan baik,” ujar Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap dalam keterangannya, Kamis (12/2).

Sejalan dengan itu, laba bersih dari operasi yang masih berjalan tercatat Rp3,5 triliun meningkat 21,8% yoy dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto untuk operasi yang masih berjalan tercatat sebesar 46,9% yoy. Laba sebelum pajak meningkat menjadi 14,1%, atau naik 183 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Di luar biaya transformasi, laba sebelum pajak mencapai 16,3%. Sementara itu, di luar biaya transformasi, laba bersih tercatat Rp4,1 triliun.

Jika mengikutsertakan hasil discontinued operations atau operasi yang dihentikan serta keuntungan dari penjualan bisnis es krim, total laba bersih perseroan pada tahun buku 2025 mencapai Rp7,6 triliun. 

“Operasi kami terus berjalan dengan baik pada kuartal IV 2025, disokong oleh kuartal IV yang kuat, tren volume yang meningkat, dan fundamental bisnis yang lebih sehat,” kata Benjie.

Ia menambahkan, meskipun lingkungan bisnis tetap dinamis, kinerja tersebut memperkuat keyakinan manajemen bahwa perseroan berada di jalur yang tepat dalam membangun bisnis yang lebih kompetitif, tangguh, serta siap meraih pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

Sepanjang 2025, perseroan berfokus membangun minat konsumen secara luas, mengoptimalkan portofolio ke segmen dengan pertumbuhan lebih cepat, serta mempercepat strategi social-first demand creation

Untuk meningkatkan daya tarik merek, Unilever berinvestasi dalam penguatan formulasi dan proposisi merek, mempertajam strategi promosi berbasis media sosial, melakukan penyesuaian harga secara selektif dan strategis, serta mendorong premiumisasi dan modernisasi kemasan. Perseroan juga memperkuat ketersediaan dan visibilitas produk di seluruh saluran distribusi.

Dalam agenda transformasi portofolio, kontribusi segmen dengan pertumbuhan tinggi meningkat dari 8,0% menjadi 9,8%. Divestasi strategis bisnis es krim dan teh disebut memberikan ruang bagi perseroan untuk lebih fokus pada Power Brands dan kategori dengan potensi jangka panjang yang lebih besar.

“Enam belas merek kami, termasuk Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, dan Rinso, mencatat pertumbuhan di 2025, berkontribusi sebesar 75% dari total penjualan dengan pertumbuhan penjualan sebesar 9,1%,” ujar Benjie.

Untuk menangkap peluang di sepanjang jalur belanja konsumen yang terus berkembang, perseroan juga berinvestasi dalam penguatan infrastruktur distribusi. Langkah ini dilakukan guna menghadirkan lebih banyak dan lebih baik toko, meningkatkan eksekusi di tingkat ritel, serta memastikan ketersediaan produk di berbagai kategori. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya