Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Pembiayaan dan Armada Jadi Kunci Pertumbuhan Industri Penerbangan Kawasan

Ihfa Firdausya
07/2/2026 02:23
Pembiayaan dan Armada Jadi Kunci Pertumbuhan Industri Penerbangan Kawasan
Peluncuran Asia-Pacific Aviation Financial Hub (AAFH) merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem keuangan penerbangan yang terintegrasi secara global.(Dok. Vietjet)

MASKAPAI penerbangan berbiaya rendah Vietjet memperkuat strategi ekspansi jangka panjangnya di kawasan Asia-Pasifik melalui pembentukan pusat pembiayaan penerbangan regional baru serta serangkaian kemitraan strategis bernilai besar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan industri penerbangan kawasan, sekaligus memperkuat struktur pendanaan di tengah proyeksi lonjakan lalu lintas udara dalam satu dekade ke depan.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang Singapore Airshow 2026. Vietjet mengumumkan kemitraan strategis dengan Asia-Pacific Aviation Financial Hub (AAFH) serta sejumlah kesepakatan di bidang mesin pesawat, pemeliharaan, dan pembiayaan penerbangan. Total nilai komitmen yang diumumkan mencapai lebih dari US$6,1 miliar, mencerminkan skala investasi jangka panjang maskapai tersebut di Asia-Pasifik, termasuk pasar-pasar strategis seperti Indonesia.

AAFH secara resmi diperkenalkan oleh Vietnam International Financial Centre di Ho Chi Minh City (VIFC-HCM) sebagai platform pembiayaan yang dirancang untuk mendukung pembiayaan penerbangan, aktivitas sewa guna usaha, serta investasi infrastruktur aviasi lintas negara. Vietjet ditunjuk sebagai salah satu mitra strategis utama pusat pembiayaan tersebut.

Chairman VIFC-HCM Truong Minh Huy Vu menyatakan bahwa peluncuran AAFH merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem keuangan penerbangan yang terintegrasi secara global. 

"Peluncuran Asia-Pacific Aviation Financial Hub menandai langkah penting dalam mewujudkan visi kami untuk mengembangkan VIFC sebagai platform keuangan internasional yang modern, terbuka, dan terpercaya. Kami berupaya menarik investor tidak hanya melalui insentif, tetapi juga melalui kualitas institusional, kapasitas inovasi, serta kemampuan kami dalam menghubungkan aliran modal secara langsung dengan ekonomi riil," ujarnya.

AAFH didukung oleh transaksi dan komitmen pembiayaan awal di sektor penerbangan senilai lebih dari US$6,1 miliar yang diprakarsai Vietjet bersama mitra globalnya. Komitmen ini mencakup kerja sama pasokan dan layanan pemeliharaan mesin pesawat dengan Pratt & Whitney, serta kemitraan pembiayaan pesawat dengan Pacific Investment Management Company (PIMCO) dan sejumlah lembaga keuangan internasional lainnya.

Pusat pembiayaan ini diproyeksikan mampu memfasilitasi transaksi penerbangan hingga US$50 miliar pada 2035, seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan armada dan infrastruktur penerbangan di kawasan Asia-Pasifik. Model pembiayaan lintas batas dan multivaluta yang ditawarkan AAFH diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi maskapai dan perusahaan leasing dalam merespons pertumbuhan permintaan perjalanan udara.

Dari sisi industri manufaktur pesawat, Executive Vice President Airbus Paul Meijers menilai kehadiran AAFH sebagai jembatan penting antara kebutuhan armada generasi baru dan ekosistem pembiayaan global. 

"Airbus sangat mengapresiasi peran Asia-Pacific Aviation Financial Hub dalam membangun platform yang efektif untuk menghubungkan kebutuhan pengembangan armada generasi berikutnya dengan ekosistem keuangan global. Keikutsertaan Airbus sebagai Anggota Strategis Kehormatan mencerminkan komitmen jangka panjang kami dalam mengembangkan solusi pembiayaan yang inovatif serta mendukung pertumbuhan industri penerbangan yang berkelanjutan," kata Paul.

Sejalan dengan penguatan struktur pembiayaan, Vietjet juga mengamankan kesepakatan besar dengan Pratt & Whitney untuk mendukung ekspansi armada. Kesepakatan ini mencakup penambahan 44 pesawat keluarga Airbus A320neo bermesin GTF, terdiri dari 24 unit A321neo dan 20 unit A321XLR. Dengan tambahan tersebut, total pesanan pesawat bermesin GTF Vietjet mencapai 137 unit, dengan pengiriman perdana dijadwalkan mulai Juli 2026.

Dalam kerja sama tersebut, Pratt & Whitney juga akan menyediakan dukungan pemeliharaan jangka panjang melalui program EngineWise® selama 12 tahun. Pesawat generasi baru ini diklaim mampu menghemat bahan bakar hingga 20% serta mengurangi kebisingan hingga 75% dibandingkan generasi sebelumnya, mendukung efisiensi operasional sekaligus agenda keberlanjutan industri penerbangan.

Chairwoman Vietjet Dr. Nguyen Thi Phuong Thao menegaskan bahwa pembentukan AAFH merupakan bagian dari transformasi strategis dalam cara pembiayaan global menopang sektor penerbangan. 

"Didirikannya Asia-Pacific Aviation Financial Hub merupakan salah satu pencapaian strategis dalam upaya mentransformasi cara modal global mendukung kemajuan sektor penerbangan serta lanskap ekonomi yang lebih luas di Vietnam dan kawasan Asia-Pasifik," ujarnya. 

Ia menambahkan, Vietjet berkomitmen memimpin transaksi berdampak tinggi yang dapat memperkuat ekosistem pembiayaan penerbangan yang visioner dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan regional di masa depan.

Dengan hampir 600 pesanan pesawat di masa depan dan armada aktif yang terus bertambah, Vietjet diperkirakan akan memainkan peran signifikan dalam mendorong aliran pembiayaan dan investasi penerbangan regional. Di tengah proyeksi Asia-Pasifik sebagai pasar penerbangan terbesar dunia dalam beberapa dekade mendatang, penguatan armada dan infrastruktur pendanaan ini menempatkan Vietjet sebagai salah satu motor pertumbuhan konektivitas dan aktivitas ekonomi kawasan secara berkelanjutan. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya