Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Pertamina Satukan Tiga Anak Usaha Hilir ke dalam Subholding Downstream

Media Indonesia
05/2/2026 07:30
Pertamina Satukan Tiga Anak Usaha Hilir ke dalam Subholding Downstream
Ilustrasi(Dok Pertamina Patra Niaga)

PT Pertamina (Persero) secara resmi melakukan integrasi terhadap tiga entitas bisnis di sektor hilir. Mereka adalah PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), serta lini usaha PT Pertamina International Shipping (PIS). 

Penggabungan tersebut membentuk Subholding Downstream sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa penyatuan kilang, distribusi, logistik, dan pemasaran dalam satu sistem terintegrasi akan meningkatkan efektivitas operasional sekaligus kualitas layanan energi nasional.

"Ketika kilang, distribusi, dan logistik serta pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke," ujar Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Rabu (4/2).

Menurut Simon, integrasi ini dirancang untuk mendorong efisiensi operasional, memperkuat ketahanan pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing Pertamina di tengah dinamika industri global. Sistem kerja yang terkoordinasi memungkinkan proses pengambilan keputusan berjalan lebih cepat dan pemanfaatan investasi menjadi lebih optimal.

Melalui Subholding Downstream, Pertamina menargetkan perubahan signifikan dalam pengelolaan bisnis hilir, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Perusahaan menegaskan bahwa langkah integrasi ini tidak akan berdampak negatif terhadap layanan publik, mitra usaha, maupun tenaga kerja.

Sebaliknya, penggabungan tersebut diharapkan mampu memperkuat keandalan pasokan energi melalui kolaborasi lintas divisi dan memberikan kontribusi jangka panjang bagi pembangunan nasional sejalan dengan semangat Energizing Indonesia.

"Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat. Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi," kata Simon.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan bahwa integrasi bisnis hilir ini merupakan wujud konkret dukungan perusahaan terhadap agenda Astacita swasembada energi nasional.

"Integrasi bisnis hilir berlaku per 1 Februari 2026 ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan upaya penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi," kata Baron.

Ia menambahkan, dengan proses bisnis yang semakin efisien dan terintegrasi, Pertamina berkomitmen memastikan layanan energi bagi masyarakat Indonesia tetap optimal serta lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan global ke depan. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik