Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina (Persero) mengumumkan bakal merger tiga anak usaha yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS). Proses merger ketiga anak usaha Pertamina masih berlangsung, dan kini seluruh syarat pendahuluan (condition precedent)-nya sudah siap.
Setelah merger, nama subholdingnya akan menjadi subholding downstream (hilir), menggabungkan tiga subholding Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono, menyampaikan proses merger ketiga anak usaha Pertamina masih berlangsung, dan kini seluruh syarat pendahuluannya sudah siap.
Ia juga memaparkan perseroan mendapat pengawalan dari Danantara Indonesia untuk melakukan integrasi di bisnis hilir, yang terdiri dari sektor comercial and trading, refinery dan kilang, serta logistik.
“Nanti akan kami umumkan, tetapi kami sudah siap semua condition precedent-nya. Namanya nanti Subholding Downstream,” kata Agung 26 Januari lalu
Agung memaparkan, proses streamlining atau strategi menyederhanakan operasional bisnis ini merupakan arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada energi dan mengurangi kompleksitas operasional.
Tujuan utama dari program streamlining ini adalah untuk dapat fokus kepada core business atau bisnis inti dari Pertamina, yaitu dalam bidang minyak dan gas, pengolahan hingga distribusi energi, serta energi baru terbarukan. Selain itu, strategi ini juga diharapkan dapat menambah daya saing perusahaan, dan lebih efisien dalam pengambilan keputusan.
Mars Ega Legowo Putra dikabarkan bakal menakhodai SHD sebagai Direktur Utama. Sosok yang selama ini lekat dengan penguatan bisnis hilir Pertamina. Komposisi ini dipandang sebagai sinyal kuat percepatan integrasi rantai nilai downstream dari pengolahan, distribusi, hingga logistik energi.
Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman meminta Danantara untuk berhati-hati dalam memilih pucuk pimpinan anak perusahaan Holding PT Pertamina.
Terkait informasi ini, saya berpendapat agar Danantara hati-hati dalam menetapkan pucuk pimpinan sebagai Dirut Merger Downstream, lantaran kapitalisasi 3 subholding cukup besar" katanya Selasa (3/2).
Ia juga meminta Danantara untuk mengecek rekam jejak calon pimpinan holding. Jangan sampai ada jejaknya terlibat dalam kasus korupsi tata kelola minyak Pertamina yang merugikan negara Rp 397 triliun.
Sebelumnya, Pertamina memiliki enam subholding yang terdiri atas Subholding Upstream (hulu), Refining & Petrochemical (kilang dan petrokimia), Commercial and Trading (pemasaran, distribusi, perdagangan), Gas, Integrated Marine Logistics (pengapalan, logistik, dan layanan maritim), serta Power & New Renewable Energy (PNRE/energi terbarukan).
Dengan penyatuan tiga subholding, maka nanti Pertamina akan memiliki empat subholding, yakni Subholding Upstream (hulu), Subholding Downstream (hilir), Gas, dan PNRE. (Cah/P-3)
Terminal BBM PT OTM dapat menekan ongkos. Hal ini mengingat untuk BBM impor membutuhkan kapal dengan ukuran besar sehingga harga dapat lebih murah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved