Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA emas terus menguat di pasar dunia sejalan dengan meningkatnya permintaan investor terhadap aset yang aman (safe haven) di tengah ketidakpastian global. Harga emas hari ini, Jumat, (30/1) pun telah menembus angka Rp3 juta rupiah per gram.
Ekonom dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Wisnu Setiadi Nugroho, menyampaikan kenaikan harga emas ini disebabkan multifaktor. Salah satunya adalah kebijakan The Fed dan dolar yang melemah.
“Pasar memperkirakan penurunan suku bunga AS, yang melemahkan dolar dan sekaligus meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven,” terang dia dalam siaran pers, Jumat (30/1).
Wisnu menambahkan, ketidakpastian geopolitik turut memengaruhi kenaikan harga emas saat ini. Menurutnya, situasi global yang tidak stabil mulai dari ketegangan militer hingga sanksi ekonomi menjadi pemicu permintaan emas karena dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko geopolitik.
Faktor lain adalah permintaan dari Bank Sentral & Exchange Traded Fund (ETF). Bank-bank sentral di negara berkembang secara aktif menambah cadangan emas. Sementara itu, investor institusi semakin agresif membeli emas melalui ETF.
“Inflasi dan ketidakpastian pasar saham membuat emas menjadi pilihan utama sebagai pelindung nilai jangka panjang,” tambahnya.
Apabila kondisi ekonomi dan politik global belum stabil, ia memperkirakan tren kenaikan harga emas ini masih akan berlanjut. Kendati begitu, penguatan dolar atau kenaikan suku bunga AS secara signifikan berpotensi menekan harga emas.
Lebih lanjut Wisnu menjelaskan alasan masyarakat memilih emas sebagai instrumen investasi. Beberapa diantaranya adalah emas memiliki stabilitas nilai dan lindung inflasi, likuiditas tinggi atau mudah diperjualbelikan, hingga berfungsi sebagai safe haven.
Faktor lain, kata dia, adalah emas tidak memiliki risiko pihak ketiga dimana emas fisik bebas risiko gagal bayar pihak ketiga, berbeda dengan obligasi atau aset digital.
Wisnu menambahkan, secara historis harga emas cenderung stabil dan meningkat dalam jangka panjang. Pasalnya, emas terlindung dari inflasi, deflasi, dan krisis ekonomi.
“Namun dalam jangka pendek, seperti instrumen investasi lainnya, maka akan ada perubahan yang biasanya merespon terhadap kebijakan suku bunga dan nilai mata uang asing lain seperti USD, EUR, GBP,” paparnya.
Wisnu menyebutkan gejolak politik dan ekonomi global mendorong masyarakat untuk memperkuat portofolio melalui aset yang lebih stabil seperti emas. Situasi ini menjadi sinyal adanya peningkatan indikator ketidakpastian global.
“Banyak masyarakat yang membeli emas juga salah satu bentuk respon dari kebijakan moneter yang terjadi. Investor mencari aset yang aman dari volatilitas,” tutup dia. (H-3)
KETIDAKPASTIAN ekonomi global tidak selalu identik dengan risiko. Hal tersebut salah satunya terjadi pada emas yang mengalami lonjakan harga.
ISTANA melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membeberkan penyebab kenaikan harga emas di Indonesia. Menurutnya, kenaikan harga emas tidak hanya terjadi di dalam negeri.
Harga emas Antam di Pegadaian naik ke Rp3.039.000 per gram pada Jumat (3/4/2026). Sebaliknya, harga emas UBS dan Galeri24 justru mengalami penurunan.
Simak prediksi harga emas untuk Jumat, 3 April 2026. Analisis pergerakan harga berdasarkan sentimen ekonomi global dan kondisi pasar dalam negeri.
Harga emas Antam hari ini, Kamis 2 April 2026, melonjak Rp20.000 menjadi Rp2.922.000 per gram. Simak rincian harga buyback dan pecahan lainnya di sini.
Harga emas hari ini di Pegadaian, Kamis pagi, 2 April 2026, mencatatkan kenaikan signifikan.
Harga emas Antam hari ini, Rabu 1 April 2026, mencatatkan lonjakan drastis. Berdasarkan data terbaru, harga emas hari ini meroket ke level Rp2.900.000 per gram.
Harga emas hari ini di Pegadaian, Rabu 1 April 2026, tercatat mengalami kenaikan untuk tiga produk utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved