Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA emas dunia, kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Senin malam, dengan harga spot menembus kisaran US$5.024,95 per troy ounce (sekitar Rp50-51 juta per ounce) level tertinggi yang pernah tercatat. Sementara itu harga emas fisik 24 karat keluaran Antam di pasar domestik juga naik signifikan ke Rp2.917.000 per gram per akhir perdagangan hari ini.
Lonjakan harga emas hari ini, memicu euforia di pasar modal, terutama pada saham emiten tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang mencatatkan penguatan luar biasa pada sesi perdagangan penutupan.
| Kode Saham | Perusahaan | Harga Penutupan |
|---|---|---|
| ANTM | PT Aneka Tambang Tbk | Rp4.760 |
| MDKA | PT Merdeka Copper Gold Tbk | Rp3.450 |
| BRMS | PT Bumi Resources Minerals Tbk | Rp170 |
| ARCI | PT Archi Indonesia Tbk | Rp440 |
| PSAB | PT J Resources Asia Pasifik Tbk | Rp214 |
Harga emas dunia yang menembus barier psikologis baru telah menarik minat investor global untuk beralih ke aset safe-haven, memicu permintaan emas fisik dan kontrak berjangka. Ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian ekonomi global, yang mendorong investor mencari instrumen dengan risiko relatif lebih rendah.
Kenaikan harga emas sering kali menjadi katalis positif bagi saham-saham tambang emas, terutama di pasar Indonesia, mengingat komoditas ini merupakan bagian penting dari portofolio pendapatan mereka. Namun, dinamika pasar saham juga tetap dipengaruhi oleh faktor lain seperti likuiditas, selera risiko investor, dan kondisi ekonomi global secara menyeluruh.
Sebagai contoh, selain kenaikan harga, beberapa saham juga bisa menunjukkan fluktuasi harian karena aksi profit taking atau penyesuaian valuasi oleh pelaku pasar setelah reli kuat. Meski demikian, momentum kenaikan harga emas saat ini membuka window of opportunity bagi saham-saham tambang emas untuk melanjutkan tren positif di sesi selanjutnya.
Disclaimer: Informasi harga saham dan harga emas di atas bersifat referensi pasar finansial yang diperbarui per 26 Januari 2026 dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Selalu lakukan analisis risiko sebelum mengambil keputusan investasi. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved