Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Aplikasi Mini ATM Berbasis Agen Perluas Akses Keuangan

Wisnu Arto Subari
21/1/2026 16:36
Aplikasi Mini ATM Berbasis Agen Perluas Akses Keuangan
Ilustrasi.(MI/HO)

KETERBATASAN akses layanan keuangan formal masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, khususnya area suburban dan rural. Jarak ke kantor bank, keterbatasan mesin ATM, serta antrean panjang membuat masyarakat masih sangat bergantung pada layanan keuangan berbasis agen di lingkungan sekitar mereka. Memasuki 2026, fenomena ini mendorong berkembangnya aplikasi mini ATM 2026 sebagai bagian dari solusi perluasan akses keuangan masyarakat.

"Layanan keuangan berbasis agen bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran perbankan, melainkan melengkapi dan memperluas jangkauan layanan," ujar Aditiya Sulistiawan, Manajer Fastpay, dalam keterangannya, Rabu (21/1). Aplikasi mini ATM hadir untuk mendekatkan layanan tarik dan setor tunai ke masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal. 

Apalagi agen juga tidak dipersulit untuk melengkapi loket mini ATM dengan peralatan pendukung seperti EDC mini ATM dan EDC Saku. Aplikasi mini ATM berbasis agen hadir sebagai penghubung antara sistem keuangan formal dan kebutuhan transaksi harian masyarakat. 

Melalui agen lokal seperti warung dan konter, masyarakat dapat melakukan layanan tarik dan setor tunai tanpa harus mengunjungi kantor bank atau mesin ATM konvensional. Model ini dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan layanan keuangan yang lebih dekat, cepat, dan mudah diakses.

Fastpay menjadi salah satu pelaku yang mendorong pengembangan ekosistem aplikasi mini ATM 2026 melalui pendekatan keagenan digital. Berbeda dengan konsep ATM fisik, layanan mini ATM berbasis agen menempatkan pelaku usaha lokal sebagai perpanjangan tangan layanan keuangan. 

Agen tidak hanya berfungsi sebagai titik transaksi, tetapi juga sebagai bagian dari sistem distribusi layanan keuangan di tingkat komunitas. Agen dapat melayani transaksi perbankan seperti transfer, setor dan tarik tunai melalui aplikasi mobile dan EDC, baik EDC Android maupun EDC Saku Fastpay. 

Perkembangan aplikasi mini ATM juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro. Warung dan konter yang sebelumnya hanya melayani kebutuhan dasar kini dapat berkembang menjadi loket layanan keuangan. 

Selain membuka sumber pendapatan baru, model ini turut meningkatkan peran agen sebagai pusat aktivitas ekonomi di lingkungan sekitarnya. "Ke depan, pengembangan aplikasi mini ATM berbasis agen diproyeksikan akan terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan layanan keuangan yang fleksibel dan terjangkau," imbuh Aditiya. (I-2) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya