Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) mencatat tonggak penting di pasar keuangan nasional dengan meraih peringkat kredit tertinggi idAAAcg (Triple A) dari Pefindo.
Peringkat tersebut diperoleh melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan I yang mendapatkan penjaminan penuh tanpa syarat dari Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), sebuah dana perwalian yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB).
Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Direktur Pollux Hotels Group Handojo K. Setiadi menegaskan peringkat Triple A ini merupakan sinyal kuat kepercayaan pasar terhadap fundamental Perseroan.
“Kami tidak hanya membangun hotel, tetapi membangun ekosistem bisnis yang sehat secara finansial dan bertanggung jawab terhadap lingkungan," ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (10/01).
Keberhasilan Pollux menggandeng CGIF dan ADB merupakan hasil dari proses evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola perusahaan dan kondisi keuangan perseroan. Audit komprehensif tersebut menunjukkan bahwa praktik Good Corporate Governance (GCG) serta kesehatan finansial Pollux berada di atas rata-rata industri, sehingga layak memperoleh penjaminan kelas dunia. "Kolaborasi dengan CGIF dan ADB dianggap menjadi fondasi penting bagi lompatan bisnis Pollux ke depan," kata Handojo.
Dalam aksi korporasi ini, Pollux menegaskan tiga fokus strategis utama. Pertama, penguatan struktur permodalan melalui alokasi sekitar 90% dana hasil obligasi untuk refinancing. Langkah ini bertujuan menekan beban bunga jangka panjang sekaligus meningkatkan likuiditas, sehingga memberikan ruang ekspansi yang lebih fleksibel bagi Perseroan.
Kedua, komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan diwujudkan dengan mengalokasikan sekitar 10% dana untuk belanja modal berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance). Investasi ini mencakup peremajaan infrastruktur hotel dengan teknologi hemat energi serta pemasangan panel surya, sejalan dengan target net zero emission.
Ketiga, penjaminan dari CGIF berperan sebagai katalis bagi masuknya investor institusi internasional. Dengan adanya perlindungan risiko kredit, sektor surat utang perhotelan Indonesia menjadi lebih menarik bagi investor global yang mengedepankan keamanan dan kepastian investasi.
Dukungan juga disampaikan oleh CEO CGIF Hongwei Wang. Ia menilai Pollux menunjukkan optimisme terhadap pemulihan dan pertumbuhan berkelanjutan sektor pariwisata Indonesia. “Pollux telah menunjukkan komitmen nyata dalam mengadopsi standar operasional hijau yang sejalan dengan visi regional kami,” kata Wang.
Sebagai pengembang dan operator properti terintegrasi di Indonesia, Pollux Hotels Group mengelola portofolio hotel berbintang, apartemen servis, dan kawasan komersial premium. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved