Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi II DPR Aus Hidayat Nur mengingatkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk bersiap menghadapi berbagai persoalan yang muncul setelah bencana banjir dan longsor Sumatra. Menurutnya, persoalan pertanahan yang ditinggalkan bencana akan memberi beban baru jika tidak ditangani dengan cepat, cermat, dan manusiawi.
"Kami berharap pemerintah dapat bergerak dengan langkah yang ringan namun tegas. Mendata tanah yang hilang, memetakan kembali wilayah yang berubah, membantu masyarakat mendapatkan kembali dokumen mereka, serta membuka posko pertanahan yang benar-benar hadir dekat dengan rakyat," ucap anggota Fraksi PKS dalam keterangan yang dikutip, Minggu (7/12).
Menurutnya, bagi masyarakat yang tertimpa musibah, tanah bukan sekadar bidang di peta. Ia adalah tempat tumbuh kenangan, tempat berlabuh masa depan, dan jaminan terakhir bagi keberlangsungan hidup.
"Di balik puing-puing yang berserakan, ada keluarga yang bertanya-tanya di mana batas rumahnya, ada petani yang kebingungan mencari kembali lahannya, dan ada masyarakat adat yang kehilangan pijakan atas tanah leluhur yang selama ini mereka jaga dengan sepenuh hati," bebernya.
Aus berharap agar kebijakan yang dibuat pemerintah menjadi pelita bagi mereka yang masih berada dalam gelapnya ketidakpastian.
"Semoga langkah-langkah yang dilakukan dapat mengembalikan rasa aman dan harapan setidaknya sebesar keyakinan bahwa tanah yang mereka pijak adalah benar milik mereka, dijaga dan dilindungi sepenuhnya oleh negara," pungkasnya. (Ifa/E-1)
Dari target penyelesaian 73.049 sertifikat tahun ini, masih ada 42.191 bidang yang harus diidentifikasi dan diinventarisasi oleh Kemenag.
Anies memaparkan cara memberantas mafia tanah yang masih merajalela di Tanah Air. Ia mengatakan mafia tanah yang efeknya kepada notaris ini banyak dialami di banyak daerah, termasuk Jakarta.
Hadi meminta kepada seluruh masyarakat nagari agar sertifikat yang telah diberikan untuk dijaga dengan baik
PBNU berpandangan tanah yang telah dikelola oleh warga Pulau Rempang, Batam, selama bertahun-tahun, maka hukum pengambilalihan tanah itu oleh pemerintah adalah haram.
Sinergi di Jawa Timur sejauh ini sudah berhasil mewujudkan pendaftaran tanah 70,57% sejumlah 14.116.932 bidang dari total sekitar 20 juta bidang tanah.
Menteri Agraria dan Tata RuangĀ Nusron Wahid mengungkapkan bahwa sekitar 19 persen dari total 2,2 juta hektare lahan di Jawa Tengah belum tersertifikasi.
RIDO pun akan mendorong bagaimana agar warga Jakarta bisa mendapatkan hunian yang murah, hunian yang terjangkau.
Selain dari internal kementerian permasalahan kasus mafia tanah juga bersumber dari pemborong tanah sebesar 30%. Kemudian 10% disebabkan faktor seperti oknum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved