Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pendidikan Vokasi Dituntut Adaptif dengan Kebutuhan Industri

Naufal Zuhdi
01/12/2025 21:15
Pendidikan Vokasi Dituntut Adaptif dengan Kebutuhan Industri
Industri mulai terlibat aktif dalam mendukung sekolah, bukan hanya melalui donasi, tetapi juga transfer pengetahuan yang relevan dan aplikatif.(Dok. BLKP dan GIAS Group)

PENDIDIKAN vokasi dituntut semakin adaptif terhadap kebutuhan industri yang berkembang cepat. Di tengah perubahan teknologi konstruksi dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil, kehadiran praktisi industri dalam proses belajar menjadi faktor penting agar siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami penerapan riil di lapangan. 

Pembelajaran langsung dari pakar dinilai dapat memberi gambaran akurat tentang kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, sekaligus memperkecil kesenjangan antara kurikulum sekolah dan standar industri.

Pendekatan berbasis praktik inilah yang kini semakin diupayakan banyak institusi, termasuk sektor swasta. Industri mulai terlibat aktif dalam mendukung sekolah, bukan hanya melalui donasi, tetapi juga transfer pengetahuan yang relevan dan aplikatif.

Keterlibatan pakar membantu siswa mendapatkan insight yang sulit diperoleh dari buku ajar, mulai dari teknik konstruksi, prosedur kerja profesional, hingga standar keselamatan yang wajib diterapkan saat terjun ke proyek nyata.

Komitmen ini ditunjukkan GNET, merek dagang unggulan di bawah BLKP dan GIAS Group, melalui penyelenggaraan program CSR 'Cerdas Bersama GNET' di SMK Negeri 4 Jakarta Utara.

General Manager Marketing BLKP dan GIAS Group Randu Arifiant menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap pengembangan sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang konstruksi yang terus berkembang.

"Kami percaya bahwa mencerdaskan generasi muda, terutama di bidang konstruksi, merupakan investasi jangka panjang. Melalui program ini, kami berharap siswa dapat memperoleh pengalaman baru dan pengetahuan yang bermanfaat untuk karier mereka ke depan," ujar Randu dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (1/12).

Dalam kegiatan tersebut, GNET menghadirkan sesi edukasi dan pembekalan teknis bersama ahli konstruksi dari BLKP dan GIAS Group, Desliano Amga, yang menjabat sebagai Manager Civil Engineering. Melalui sesi ini, para siswa jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai pembangunan hunian, material konstruksi, hingga prinsip perencanaan yang tepat untuk kebutuhan industri saat ini.

Para siswa juga berkesempatan melakukan tanya jawab interaktif, membahas berbagai situasi nyata yang kerap terjadi di lapangan. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang dipandu mentor tersertifikasi, memberi siswa pengalaman langsung dalam memahami prinsip konstruksi secara praktis.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan hanya CSR, tetapi bagian dari visi perusahaan untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan. Dengan semakin siapnya tenaga kerja baru, industri pun dapat tumbuh lebih cepat dan stabil.

SMK Negeri 4 Jakarta Utara memberikan apresiasi tinggi terhadap program 'Cerdas Bersama GNET'. Materi yang diberikan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan kompetensi siswa, terutama bagi mereka yang akan segera memasuki dunia industri.

Kolaborasi antara sekolah dan industri ini dianggap menjadi model ideal yang perlu diperluas ke lebih banyak institusi pendidikan vokasi di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan kegiatan 'Cerdas Bersama GNET', BLKP dan GIAS Group kembali menegaskan dedikasinya untuk menghadirkan program yang berdampak positif bagi masyarakat. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya