Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf /Bekraf) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan ekosistem startup nasional melalui program BEKUP Accelerate 2025.
Berkolaborasi dengan KUMPUL, program ini dirancang untuk memberikan pendampingan komprehensif bagi startup tahap awal agar mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
Puncak kegiatan BEKUP 2025 digelar melalui BEKUP Accelerate Demo Day di DoubleTree by Hilton Hotel, Cikini.
Dari 583 pendaftar, terpilih 10 startup terbaik yang berkesempatan mempresentasikan inovasi mereka, memaparkan hasil pilot project, serta memperluas jejaring dengan investor, mentor industri, dan pemangku kepentingan ekosistem digital Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya peran akselerasi startup dalam memperkuat ekonomi digital nasional.
“Hari ini, kita melihat 10 startup terbaik yang telah dikurasi dari ratusan pendaftar di seluruh Indonesia. Pemerintah hadir untuk memastikan inovasi-inovasi ini tidak berjalan sendirian. Melalui BEKUP, kami memberikan karpet merah berupa akses ke mentor industri dan investor agar inovasi mereka berkembang menjadi bisnis berkelanjutan yang mampu membuka lapangan kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberlanjutan startup domestik akan menjadi fondasi menuju agenda nasional Indonesia Emas 2045.
“Kami berharap para startup segera mendapatkan mitra strategis, baik dari sektor swasta maupun BUMN. Kemenparekraf akan terus memfasilitasi agar mereka menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia," kata Riefky
Sejak diluncurkan pada 2016, BEKUP telah mendampingi 330 startup terkurasi dari lebih dari 3.000 pendaftar di 23 kabupaten/kota. Tahun 2025 menjadi edisi paling aplikatif berkat orientasi pada quality over quantity yang diterapkan KUMPUL sebagai ecosystem enabler.
Founder KUMPUL, Faye Wongso, mengapresiasi konsistensi pemerintah dalam membina ekosistem startup dan pelaku ekonomi kreatif.
“Kami sangat mengapresiasi Kementerian Ekraf yang selama bertahun-tahun terus membina ekosistem startup di Indonesia. Dinamika dunia startup itu naik turun, penuh warna, tetapi justru keberagaman itulah yang membuat Indonesia unik. Karena itu, kami sangat menghargai kemitraan dan komunikasi yang intens. Tidak ada kurikulum baku dalam membangun ekosistem; kadang kita harus pivot dan tetap agile,” ujar Faye.
Menurut Faye, BEKUP bukan sekadar program akselerasi tahunan, melainkan mekanisme berkelanjutan yang menyatukan inovasi, kebutuhan industri, dan pembelajaran berbasis data.
KUMPUL juga menerapkan Scale Up Readiness Index atau SCREAM yang mengukur kesiapan startup dalam 10 pilar mulai dari produk hingga aspek founder.
“Dengan pengukuran ini, kami bisa tahu mana yang masih lampu merah, kuning, atau hijau, sehingga bisa menghubungkan founder dengan mentor atau industri yang tepat,” jelasnya.
Pada 2025, setiap startup menerima hingga 80 jam mentorship intensif dengan 15 anchor mentor dan mentor industri.
“Ketika mentorship intensif, hubungan yang terbentuk menjadi panjang dan berdampak. Kami melihat peningkatan signifikan dari sisi akses bisnis hingga pertumbuhan capaian karena dukungan mentor. Ini sesuatu yang patut dilanjutkan,” tambah Faye.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf/Bekraf, Muhammad Neil El Himam, menjelaskan bahwa tahun ini BEKUP melakukan pivot strategis dengan pendekatan tech to fundamental dan readiness focus.
“Kami memastikan bahwa startup tidak hanya bicara valuasi, tetapi benar-benar siap masuk pasar. Tujuannya jelas: inovasi anak bangsa harus tervalidasi oleh pasar, bukan hanya konsep,” jelasnya.
Dari hasil pengukuran SCREAM, terdapat beberapa temuan penting:
Neil juga menyoroti keberhasilan eksekusi pilot project oleh startup.
“Kami mewajibkan seluruh finalis menjalankan pilot project di pasar nyata, bukan simulasi. Mereka harus berinteraksi dengan klien, mengeksekusi operasional, dan membuktikan kapabilitas.”
Beberapa hasil pilot project yang menonjol antara lain:
“Ini bukan hanya bukti ketahanan startup di tengah tech winter, tetapi juga bukti bahwa solusi digital anak bangsa mampu memberikan dampak nyata,” kata Neil.
Dalam paparannya, Menteri Ekonomi Kreatif juga menyampaikan pencapaian Ekraf Performance Index (EPI) 2025:
“Pencapaian ini terjadi justru setelah dunia mengalami tech winter. Subsektor aplikasi Indonesia tumbuh dan tetap dipercaya pihak internasional. Melalui BEKUP Accelerate, momentum ini akan terus kami kawal,” jelasnya.
Program BEKUP Accelerate 2025 berlangsung selama lima hingga enam bulan, mulai dari registrasi Juni hingga Demo Day.
Sepuluh finalis menjalani akselerasi intensif selama tiga bulan yang diakhiri dengan presentasi inovasi serta peluang kolaborasi bersama regulator, investor, dan industri.
Menteri Teuku Riefky menutup Demo Day dengan pesan inspiratif.
“Startup yang hadir hari ini bukan hanya berusaha bertahan dari tech winter. Mereka hadir untuk mengubah musimnya - dari bertahan menjadi bertumbuh, dari bertumbuh menjadi memimpin, dan dari traffic menuju profit," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh startup untuk bergabung dengan Ekraf Hub, platform pengembangan talenta dan data ekosistem kreatif nasional.
“Perjalanan kalian tidak berhenti di sini. Kementerian Ekraf akan terus mendukung agar inovasi kalian memberikan manfaat bagi ekonomi kreatif Indonesia,” pungkasnya. (Z-1)
Kemenekraf/Bekraf melalui Direktorat Film, Animasi, dan Video, Deputi Bidang Kreativitas Media, menyelenggarakan kegiatan Bicara Film: Merayakan Kearifan Lokal Lewat Sinema
Kemenekraf menggandeng DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, menggelar Sosialisasi Perizinan Berusaha di King Royal Hotel Brebes, Kamis (16/10).
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) akan berkolaborasi untuk mendorong kreativitas siswa Sekolah Rakyat melalui pengembangan ekonomi kreatif.
Kekuatan bisnis yang telah terbentuk selama bertahun-tahun perlu dioptimalkan melalui inovasi dan digitalisasi agar tetap relevan, berdaya saing, dan siap bersaing di pasar global.
Canva juga akan memberikan akses Canva Pro dengan harga khusus kepada para penggiat ekonomi kreatif dan asosiasi dalam jaringan Kemenekraf
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi PDB sektor ini pada 2024 sebesar Rp1.611,2 triliun atau 7,28% dari PDB nasional melebihi pertumbuhan PDB nasional 5,03%.
Kemenekraf memperkuat jejaring industri kreatif Indonesia ke pasar global melalui JAFF Market 2025. Acara ini menghadirkan 10 IP unggulan serta membuka peluang investasi
Menteri Ekraf Riefky menghadiri JAFF Market 2025 di Yogyakarta dan mengunjungi berbagai booth kreatif, termasuk program SCENE, Metra TV x Ekraf, dan AINAKI.
Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menyoroti potensi besar generasi muda Tanah Datar yang tampil memukau dalam rangkaian acara tersebut.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya inisiatif ini dalam mendorong ekosistem perfilman daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved