Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pertumbuhan Uang Beredar Diharapkan Berimbas ke Sektor Hotel dan Restoran

Ihfa Firdausya
22/11/2025 04:43
Pertumbuhan Uang Beredar Diharapkan Berimbas ke Sektor Hotel dan Restoran
Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

PERHIMPUNAN Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyambut baik pertumbuhan uang beredar (M2) sebesar 7,7% pada Oktober 2025 secara tahunan (yoy). 

Ketua PHRI DKI Jakarta Sutrisno Iwantoro mengatakan pertumbuhan itu menunjukkan likuiditas perekonomian masih cukup terjaga.

"Dari perspektif sektor hotel dan restoran, kondisi ini positif, karena meningkatnya likuiditas biasanya beriringan dengan kenaikan aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat," ujar Sutrisno, Jumat (21/11).

Bagi industri hotel restoran, lanjutnya, ada dua hal penting dari pertumbuhan ini. Pertama, daya beli masyarakat jelang akhir tahun.

"Musim liburan akhir tahun dan Nataru sangat bergantung pada kemampuan belanja masyarakat. Dengan pertumbuhan M2 yang stabil, kami berharap permintaan kamar hotel, restoran, dan kegiatan MICE dapat tumbuh, meski dengan catatan bahwa masyarakat masih selektif dalam berbelanja," paparnya.

Kedua, pembiayaan usaha lebih longgar. Sutrisno menyebut pertumbuhan M2 biasanya juga mencerminkan penyaluran kredit yang membaik.

"Ini penting bagi pelaku hotel dan restoran, terutama UMKM, untuk renovasi, modal kerja, dan persiapan tahun baru," katanya.

"Harapan kami, momentum ini bisa membantu menjaga tingkat okupansi hotel dan kunjungan restoran hingga akhir 2025 bisa berada pada tren positif, sambil pemerintah terus memastikan inflasi tetap terkendali sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus," pungkasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) melaporkan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Oktober 2025 tumbuh positif, yakni sebesar 7,7% secara tahunan (yoy) mencapai Rp9.783,1 triliun.

"Posisi M2 pada Oktober 2025 tercatat sebesar Rp9.783,1 triliun atau tumbuh sebesar 7,7% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 8,0% (yoy),” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan di Jakarta, Jumat (21/11).

Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 11,0% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,5% (yoy).

Perkembangan M2 pada Oktober 2025 dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus). (Ifa/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya