Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Indonesia-Malaysia Kolaborasi Cloud Enabler di Tingkat ASEAN

Naufal Zuhdi
18/11/2025 21:43
Indonesia-Malaysia Kolaborasi Cloud Enabler di Tingkat ASEAN
Awanio menandatangani kemitraan strategis dengan Techna-X Berhad dan PMBI Technology Sdn. Bhd. pada 28 Agustus 2025, yang menjadi tonggak penting kolaborasi teknologi antara Indonesia dan Malaysia di tingkat ASEAN.(Dok. Awanio)

DI tengah dinamika industri komputasi global, perusahaan cloud enabler asal Indonesia, Awanio, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain kunci dalam pengembangan infrastruktur digital di kawasan. Permintaan terhadap teknologi cloud privat, kebutuhan efisiensi biaya, serta dorongan kedaulatan digital di berbagai negara mendorong perusahaan ini mempercepat ekspansi lintas negara. 

Momentum tersebut semakin menguat setelah Awanio menandatangani kemitraan strategis dengan Techna-X Berhad dan PMBI Technology Sdn. Bhd. pada 28 Agustus 2025, yang menjadi tonggak penting kolaborasi teknologi antara Indonesia dan Malaysia di tingkat ASEAN.

CEO sekaligus Co-founder Awanio Irfan Yuta Pratama menjelaskan, Awanio dikembangkan sebagai platform cloud enabler yang mengelola infrastruktur komputasi pelanggan secara menyeluruh.

"Awanio berfungsi sebagai lapisan software yang mengelola berbagai perangkat komputasi, mulai dari server hingga storage, sehingga seluruh aplikasi dan data dapat dijalankan secara terstruktur melalui cloud privat," ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Selasa (18/11).

Irfan menilai, kebutuhan tersebut semakin mendesak seiring meningkatnya perhatian negara-negara terhadap kedaulatan digital. 

"Setiap negara kini membutuhkan kendali penuh atas data dan infrastrukturnya. Mereka ingin memastikan pengelolaan data dilakukan di dalam yurisdiksi mereka tanpa ketergantungan pada layanan cloud asing," jelasnya.

Ia menambahkan tren tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. "Negara-negara seperti Belanda, Jerman, Swiss, dan Malaysia menunjukkan kekhawatiran serupa terhadap ketergantungan teknologi. Mereka mencari solusi yang dapat mendukung kemandirian digital dengan tingkat fleksibilitas yang lebih besar," sebut Irfan.

Kerja sama strategis Awanio dengan Techna-X dan PMBI di Malaysia merupakan langkah penting dalam perluasan cakupan regional perusahaan. Kolaborasi ini mencakup pengembangan pusat inovasi, kegiatan riset bersama, serta pertukaran talenta. 

Dalam siaran persnya, Irfan menekankan tujuan besar kemitraan tersebut, yaitu meningkatkan kompetensi industri lokal sekaligus memperkuat strategi go to market Awanio di kawasan regional.

Malaysia menjadi mitra strategis penting karena kekuatan ekosistem teknologinya. Irfan menjelaskan pendekatan ini sebagai sebuah kolaborasi yang saling melengkapi.

"Malaysia memiliki fondasi manufaktur perangkat keras yang kuat, namun memerlukan teknologi software untuk mengelola cloud privat. Kombinasi tersebut menciptakan peluang besar untuk membangun kemandirian teknologi tingkat regional," ungkap dia.

Di Jepang, respons pasar disebut sangat positif. Pasalnya, banyak organisasi di Jepang masih menggunakan platform konvensional dengan biaya tinggi dan keterbatasan fleksibilitas. 

"Setelah kami melakukan proses compliance dan evaluasi mendalam, mitra-mitra di Jepang menilai teknologi Awanio sebagai solusi yang kompetitif dan relevan," kata Irfan. 

Ia menambahkan, pasar tersebut sangat potensial karena minimnya alternatif lokal yang mampu bersaing secara teknologi maupun harga.

Awanio mengukuhkan posisinya melalui keunggulan teknologi yang tidak dimiliki banyak kompetitor global, salah satunya adalah fleksibilitas dalam beroperasi pada beragam merek perangkat keras.

"Banyak platform internasional dibatasi regulasi negara asal sehingga tidak dapat berjalan di server tertentu. Awanio tidak memiliki batasan tersebut dan mampu beroperasi secara optimal di berbagai jenis perangkat, baik dari Amerika Serikat, Eropa, maupun Tiongkok," jelas Irfan. 

Ia menekankan bahwa fleksibilitas ini menjadi nilai tambah signifikan bagi pelanggan yang mengoperasikan data center dengan konfigurasi heterogen.

Selain itu, Awanio tengah mengembangkan fitur otomatisasi berbasis kecerdasan buatan. "Kami sedang mempersiapkan Awanio AI Ops, sebuah fitur yang dirancang untuk mengotomatisasi pengelolaan infrastruktur secara cerdas. Fitur ini akan menjadi komponen strategis untuk meningkatkan efisiensi dan performa data center di era komputasi AI," beber dia.

Dalam dua tahun terakhir, Awanio mencatat pertumbuhan pendapatan yang sangat signifikan. Irfan mengungkapkan pertumbuhan dari 2023 ke 2024 mencapai sepuluh kali lipat, dan tahun berikutnya diperkirakan berada pada kisaran sepuluh hingga dua puluh kali lipat. 

Ia menilai terdapat dua faktor utama yang mempercepat pertumbuhan tersebut. Pertama adalah dinamika geopolitik yang mendorong banyak negara mencari alternatif teknologi dari negara yang bukan adidaya. 

"Kami melihat semakin banyak organisasi memilih solusi dari negara-negara yang dianggap netral secara geopolitik, termasuk Indonesia. Hal ini membuka peluang yang sangat besar bagi Awanio," ujarnya.

Kedua adalah perubahan model bisnis dari pemain besar di industri virtualisasi global yang kini hanya menyediakan layanan berbasis langganan.

"Model berlangganan penuh membuat banyak organisasi, terutama yang berbasis investasi CAPEX seperti kementerian dan BUMN, mencari alternatif yang lebih fleksibel. Model lisensi perpetual Awanio memberikan opsi yang jauh lebih sesuai dengan kebutuhan mereka," jelas Irfan.

Saat ini, Awanio telah digunakan oleh lebih dari 5.000 pengguna, termasuk kementerian, lembaga pemerintah, BUMN, sektor finansial, logistik, hingga operator data center. Adopsi yang luas tersebut memperlihatkan tingkat kepercayaan yang terus meningkat terhadap teknologi lokal.

"Banyak institusi pemerintah kini membuka diri terhadap solusi lokal karena memberikan kontrol yang lebih besar dan keamanan yang lebih terjamin. Kami bangga bahwa Awanio dikembangkan sepenuhnya oleh talenta Indonesia," cetus Irfan.

Dengan perluasan pasar yang agresif dan perkembangan teknologi yang terus berlanjut, Awanio tidak hanya menjadi representasi kemampuan Indonesia dalam industri deep tech, tetapi juga pilar penting dalam membangun arsitektur digital yang lebih mandiri dan berdaulat di kawasan ASEAN. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya