Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Teknologi IoT Bantu Petani Hemat Pupuk hingga 50 Persen

Andhika Prasetyo
08/11/2025 20:59
Teknologi IoT Bantu Petani Hemat Pupuk hingga 50 Persen
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meninjau penggunaan IoT untuk pertanian.(Antara)

Menteri Komunikasi Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) di sektor pertanian mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi penggunaan pupuk, serta menjaga kualitas ekosistem tanah.

“Setelah petani menggunakan IoT dan kecerdasan artifisial sederhana, mereka bisa mengurangi pemakaian pupuk hingga 50 persen, dengan produktivitas yang meningkat dan emisi karbon yang lebih rendah,” ujar Meutya dalam kegiatan Panen Tani Digital di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (5/11).

Menurut Meutya, efisiensi ini memungkinkan petani melakukan penghematan biaya tanpa mengorbankan kualitas hasil panen. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi baru seperti IoT dan AI harus menjangkau hingga daerah-daerah, agar memberikan manfaat nyata bagi sektor-sektor prioritas pemerintah, terutama pertanian.

Selain meningkatkan efisiensi pupuk dan produktivitas tanaman, Meutya juga menyoroti bahwa penerapan teknologi IoT di bidang pertanian berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon dan polusi air akibat penggunaan pupuk berlebih.

“IoT memungkinkan petani mengakses data akurat tentang kondisi lahan, mulai dari kebutuhan air, pupuk, hingga suhu dan pencahayaan tanaman. Jadi, para petani tak perlu lagi selalu berada di sawah, karena semuanya bisa dipantau melalui aplikasi dari rumah,” jelasnya.

PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) selaku mitra implementasi teknologi digital sektor pertanian dalam program Tani Digital menekankan bahwa keberadaan teknologi bukan untuk menggantikan peran petani, melainkan untuk memberdayakan mereka.

"Kami ingin memastikan bahwa teknologi digital benar-benar membumi dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujar CSO MSMB, Binar Perdana.

Program ini menjadi langkah konkret MSMB dalam mempercepat adopsi teknologi digital di sektor pertanian agar petani dapat mengambil keputusan berbasis data. Teknologi utama yang digunakan adalah Jinawi, sistem pintar pemupukan presisi berbasis IoT yang mengintegrasikan sensor tanah dengan aplikasi digital RiTx Jinawi. Sistem ini menganalisis kandungan Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), serta parameter penting lain seperti pH, kelembapan, dan konduktivitas listrik (EC) tanah.

Dengan dukungan data real-time, petani dapat menentukan dosis pupuk secara tepat, efisien, dan ramah lingkungan. Hasil implementasi tahap pertama menunjukkan peningkatan efisiensi pemupukan antara 20 hingga 50 persen, membuktikan bahwa Jinawi mampu membantu efisiensi penggunaan pupuk tanpa menurunkan produktivitas maupun hasil panen.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menuturkan bahwa proyek percontohan pertanian digital di Sragen telah berjalan sejak Mei 2025, melibatkan 41 petani padi dan 15 petani melon, kemudian berkembang menjadi 99 petani padi dan 35 petani melon hingga akhir tahun.

Edwin menyebutkan, program tersebut menggunakan teknologi IoT buatan lokal yang dikembangkan oleh dua startup dalam negeri. Teknologi ini terbukti tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga kualitas hasil panen.

“Dalam budidaya melon, misalnya, waktu tanamnya tetap sama, tapi bobot buah dan tingkat kemanisannya meningkat, sehingga harga jual pun naik. Jadi, selain efisiensi biaya, petani juga memperoleh peningkatan pendapatan karena kuantitas dan kualitas hasil panen yang lebih baik,” jelas Edwin.

Setelah tahap uji coba rampung dan hasilnya dievaluasi positif, Kemkomdigi akan menyerahkan pelaksanaan program pertanian digital berbasis IoT kepada kementerian teknis dan pemerintah daerah, agar dapat dilanjutkan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik