Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan pihaknya terus mendorong untuk bisa memberikan pembiayaan juga sekaligus pendampingan pada koperasi-koperasi yang intens pada penyediaan bahan pangan, khususnya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
"Itu kita lakukan agar koperasi-koperasi tersebut bisa menangkap peluang pasar yang hari ini ada," kata Wamenkop, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/11).
Oleh karena itu, lanjut Farida, pihaknya akan melakukan relaksasi aturan terkait pembiayaan LPDB. "Kita akan mengkaji ulang akan hal itu, untuk percepatan pembiayaannya," imbuhnya.
Ia menyampaikan, saat ini ada sekitar kurang lebih 500 Kopdes/Kel Merah Putih sebagai pilot project yang akan dimagangkan di enam titik wilayah.
"Ini salah bentuk upaya kita untuk melakukan pendampingan secara serius. Tujuannya, ketika nanti bangunannya sudah ada, mereka sudah siap untuk melakukan bisnis," jelas Wamenkop.
Keenam titik magang itu adalah Koperasi Konsumen Pondok Pesantren At-Ittifaq (Bandung), ada 114 Kopdes Merah Putih yang dimagangkan di koperasi pertanian tersebut.
"Menariknya, Kopontren At-Ittifaq ini juga punya dapur MBG dan memasok lima SPPG," beber Farida.
Adapun koperasi tempat pemagangan lainnya adalah Koperasi Konsumen dan Pembiayaan Syariah Ponpes Sunan Drajat (Lamongan, Jatim) dengan bentuk usaha jasa, ada 80 Kopdes/Kel Nerah Putih. Kemudian, KUD Mino Saroyo di Cilacap yang bergerak di sektor perikanan. Berikutnya, Koperasi Produsen Marindo Citra Bahari di Maros yang menjadi tempat magang bagi 80 peserta Kopdes/Kel Merah Putih.
Di sisi lain, juga ada Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung (Malang, Jatim), salah satu koperasi eksisting penyuplai susu ke SPPG yang ada di sekitarnya.
"Ini koperasi peternakan dari mulai pembenihan hewan sapi, dikembangkan juga disitu. Lalu, susunya diproduksi, bahkan sudah punya beberapa toko ritel untuk memasarkan produk olahan susunya," jelasnya.
Berikutnya, Koperasi Ponpes Husnul Khotimah di Kuningan, Jabar, dengan unit usaha jasa serba usaha yang diikuti 80 Kopdes/Kel Merah Putih sebagai peserta magang.
Meski begitu, Farida mengungkapkan pihaknya tidak akan melepaskan Kopdes/Kel Merah Putih tersebut berjalan dengan sendiri dan usahanya masing-masing. "Kemenkop akan terus mendampingi, termasuk kita akan memetakan setiap daerah ini punya basic masing-masing," pungkas dia. (Fal/E-1)
Kemenkop juga menyiapkan program pendampingan keterampilan bagi masyarakat khususnya anggota koperasi yang sebelumnya memiliki kegiatan usaha produktif.
Kemenkop melalui LPDB telah memutuskan untuk menetapkan kebijakan restrukturisasi pembiayaan terhadap koperasi-koperasi yang terdampak bencana.
Kementerian Koperasi juga tengah menyiapkan penyempurnaan regulasi melalui pengusulan Undang-Undang Sistem Perkoperasian Nasional.
Penguatan ekosistem kelembagaan koperasi sangat mendesak dalam upaya meningkatkan perlindungan kepada anggota koperasi.
Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis oleh anggota, berbeda dengan BUMDes yang pengelolaannya berada di tangan kepala desa dan perangkatnya.
Kopdes/Kel Merah Putih juga akan berfungsi sebagai tempat offtaker hasil bumi dari masyarakat untuk diolah di koperasi yang kemudian dikembalikan dengan cara dijual kembali ke masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved