Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYIKAPI kondisi terkini Pertamina yang menjadi bulan-bulanan pemberitaan negatif di kanal berita maupun media sosial, Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) gelar focus Group discussion (FGD) membahas Reintegrasi Pertamina dan Isu Energi Nasional.
Puluhan aktivis buruh Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi/Forkom SP BUMN dan juga Aliansi Serikat Buruh Indonesia tampak serius mengkritisi dan berdiskusi menyampaikan pendapat maupun pandangannya masing-masing. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian doa bersama untuk kemajuan Indonesia, kebaikan Pertamina dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagaimana kebiasaan FSPPB yang memberikan santunan sosial di setiap acara eksternal, pada momen tersebut juga disalurkan dana sosial kepada Yayasan Istana Dhuafa Sahabat Nusantara dan Yayasan Umat Mandiri masing-masing sebesar Rp10juta.
Arie Gumilar selaku Presiden FSPPB menyampaikan bahwa saat ini kita semua tengah menyaksikan bagaimana citra Pertamina terus diserang secara sistematis. Berita negatif disebar, isu-isu dimelintir, dan opini publik digiring untuk memusuhi perusahaan kebanggaan bangsa sendiri. Sementara itu, citra perusahaan swasta atau asing justru ditampilkan seolah lebih efisien dan lebih baik.
"Kami di FSPPB meyakini bahwa pembusukan citra Pertamina ini bukan kebetulan melainkan bagian dari skenario besar untuk mempercepat swastanisasi pengelolaan energi nasional, agar aset strategis bangsa jatuh ke tangan korporasi global," ujar Arie, dalam keterangannya, Kamis (9/10).
Pelaksanaan FGD berlangsung dengan seru dan antusias. Diawali dengan pemaparan topik Reintegrasi Pertamina dan juga pemaparan isu-isu negatif yang tengah menerpa Pertamina. Bahkan yang menarik, salah seorang peserta FGD menantang untuk pembuktian secara langsung akan video viral yang baru-baru ini beredar di masyarakat yaitu tentang kandungan ethanol produk Pertalite Pertamina yang mencapai 50%. Tanpa menunggu lama, dipilihlah secara acak salah satu kendaraan roda 2 peserta FGD untuk diambil BBMnya (jenis Pertalite) sebanyak kurang lebih 500 ml.
Uji coba disaksikan seluruh peserta pun dilakukan. Air sebatas ketinggian tertentu dicampurkan kemudian dikocok dengan stabil. Setelah didiamkan sejenak volume air didalam botol nampak tetap atau tidak berubah. Sehingga dapat disimpulkan bila tidak ada ethanol sama sekali yang tercampur atau terlarut. Apalagi sampai 50% sebagaimana fitnah pada video yang viral di masyarakat.
Melalui forum FGD tersebut, FSPPB mengajak seluruh elemen bangsa, akademisi, serikat pekerja, mahasiswa, dan masyarakat sipil untuk bersatu menyelamatkan Pertamina dari isu-isu negatif seperti BBM oplosan, fitnah kualitas buruk tak berdasar, angka RON tidak sesuai, dan sejenisnya.
Karena menyelamatkan Pertamina berarti menyelamatkan rakyat dan negara. Masyarakat harus sadar, bahwa ancaman terhadap kedaulatan energi bukan sekadar isu korporasi, melainkan ancaman eksistensial terhadap masa depan bangsa. Jika energi dikendalikan oleh swasta dan asing, maka kemakmuran dan kedaulatan rakyat akan ikut tergadai. (Cah/P-3)
Asosiasi melihat pelonggaran aturan impor ini terkesan hanya menitikberatkan pada kemudahan pemasukan barang dari luar negeri tanpa ada timbal balik berupa kemudahan ekspor.
Mendukung penanganan bencana pada masa tanggap darurat, BPH Migas memberikan keringanan pembelian solar dan pertalite di Aceh, dengan pembebasan barcode.
Anggota Komisi VI DPR Khilmi meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu kebenarannya seperti kasus Pertalite yang dicampur air di Jawa Timur.
Sejumlah warga di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang mengeluh motor rusak setelah diisi Pertalite.
PERTAMINA Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperpanjang posko aduan terkait kendaraan yang 'brebet' atau mogok usai mengisi BBM jenis pertalite, hingga 10 November 2025 mendatang.
DPR RI akan memanggil pemerintah dan Pertamina menyusul laporan kendaraan yang mogokĀ atau motor brebet setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di Jawa Timur.
Upaya menjaga mutu bahan bakar minyak (BBM) dan pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus diperkuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved