Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
JURU Bicara Kementerian Koordinator Bidang Pereknomian Haryo Limanseto turut buka suara terkait dengan putisan pengadilan banding Amerika Serikat (AS) yang menyatakan bahwa sebagian besar kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump tidak sah secara hukum atau ilegal.
"Kita perlu melihat juga implementasi hasil keputusan pengadilan di AS dan jika memang benar bahwa tarif berlaku seperti semula, ya berarti kita juga akan duduk kembali," ucap Haryo saat dihubungi, Minggu (31/8).
Pada prinsipnya, sambung Haryo, semua perjanjian dagang termasuk tarif memang berlaku secara periodik, tidak permanen, dan ada waktu untuk peninjauan kembali.
Maka dari itu, Haryo menegaskan bahwa untuk antisipasi terhadap ketidakpastian kebijakan suatu negara lain, maka Indonesia harus banyak membuka pasar baru dalam bertransaksi.
"Harapannya ekspor Indonesia tidak terhambat dan justru akan meningkat," pungkas Haryo.
Sebagaimana diketahui, pengadilan banding di AS menyatakan sebagian besar tarif perdagangan yang diberlakukan Donald Trump saat menjabat presiden tidak sah secara hukum. Putusan itu menegaskan bahwa kewenangan menetapkan tarif ada di tangan Kongres, bukan presiden, dan membuka jalan bagi uji sengketa di Mahkamah Agung. (E-4)
PENGADILAN Banding Amerika Serikat (AS) menguatkan keputusan sebelumnya yang menyatakan tarif Presiden Donald Trump terhadap Kanada dan sejumlah negara lain bersifat ilegal.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons terhadap hasil sidang pengadilan yang menyatakan bahwa kebijakan tarif merupakan suatu hal yang ilegal.
PENGADILAN banding di Amerika Serikat menyatakan sebagian besar tarif perdagangan yang diberlakukan Donald Trump saat menjabat presiden tidak sah secara hukum.
SELAMA kampanye, Donald Trump berjanji akan menggunakan tarif untuk merevitalisasi industri Amerika, mendatangkan lapangan kerja, dan membantu Negeri Paman Sam kembali hebat.
TARIF impor AS terhadap Tiongkok bersama dengan sejumlah mitra dagang di seluruh dunia mendorong harga barang-barang di perekonomian AS menjadi lebih tinggi.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved