Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menghadirkan inovasi layanan baru berupa kereta khusus bagi petani dan pedagang. Langkah ini bertujuan memperkuat distribusi hasil bumi, memperlancar aktivitas perdagangan, serta menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.
"KAI terus menghadirkan inovasi transportasi yang dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat, salah satu terobosan terbaru adalah pengembangan Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) khusus petani-pedagang yang saat ini tengah dimodifikasi di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng," ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, di Jakarta, Selasa (19/8).
Kereta ini dirancang agar memudahkan pergerakan petani dan pedagang, sekaligus memberikan ruang yang cukup untuk membawa hasil panen maupun barang dagangan secara efisien dan aman. Proses perencanaan telah dimulai sejak Mei 2024, dan kini tengah menjalani modifikasi sarana di Balai Yasa Surabaya Gubeng.
"Tempat duduk dipasang sejajar di sisi kiri dan kanan kereta, sehingga ruang tengah lapang untuk menempatkan hasil pertanian atau barang dagangan, sekaligus memudahkan pergerakan di dalam kereta," jelas Anne.
Beberapa perubahan signifikan dilakukan untuk mendukung fungsi baru kereta ini. Lebar pintu bordes ditingkatkan dari 800 mm menjadi 900 mm. Partisi dan bordes dihilangkan guna mempermudah akses keluar-masuk barang, serta jumlah tempat duduk dikurangi menjadi 73 dari sebelumnya 106 untuk menciptakan ruang lebih lega.
Fasilitas seperti satu unit toilet per kereta dan rak bagasi tetap disediakan demi kenyamanan penumpang.
Kereta hasil modifikasi dari kelas bisnis dan ekonomi ini saat ini sedang memasuki tahap pengujian. Uji statis dilakukan pada 14-15 Agustus 2025, disusul uji dinamis pada rute Surabaya Gubeng-Lamongan pada 15 Agustus 2025.
Tahap awal pengujian dilakukan internal oleh KAI. Ke depannya, uji lanjut akan menggandeng Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan guna memastikan aspek keselamatan terpenuhi sebelum kereta resmi beroperasi.
Anne menegaskan, kehadiran kereta ini merupakan bentuk komitmen KAI untuk memperluas akses transportasi publik sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi lokal.
"Kami ingin kereta api menjadi sahabat perjalanan para petani dan pedagang. Dengan transportasi yang tepat, rantai pasok akan lebih kuat, peluang usaha lebih terbuka, dan aktivitas ekonomi daerah semakin bergerak," ungkapnya.
Proyek ini juga sejalan dengan Astacita menuju Indonesia Emas 2045 dan misi strategis perusahaan sesuai Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) yang menempatkan kereta api sebagai penggerak pembangunan nasional dan transportasi yang inklusif serta ramah lingkungan.
Kehadiran kereta petani-pedagang juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 KAI pada 28 September 2025.
Melalui inovasi ini, KAI tak hanya menandai perjalanan panjangnya sebagai penyedia transportasi publik, tetapi juga mempertegas kontribusinya dalam mendorong kesejahteraan dan mobilitas masyarakat Indonesia. (Ant/E-4)
Arus balik Lebaran 2026 masih tinggi! Lebih dari 52 ribu penumpang kereta api tiba di Jakarta hari ini (26/3). Simak data stasiun terpadat dan sisa kursi tersedia di sini.
Promo ini menyasar layanan kelas eksekutif pada KA Sribilah Utama relasi Stasiun Medan menuju Stasiun Tebingtinggi, Kisaran, hingga Rantauprapat.
TIKET kereta api yang telah terjual mencapai 4.342.343 atau 96,5% dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan selama periode 11 Maret hingga 1 April atau di masa libur Lebaran 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 terus menunjukkan tren positif seiring memasuki periode arus balik
MEMASUKI Hari ketiga Lebaran 2026, Senin (23/3) KAI Commuter Wilayah 6 Yogyakarta terpantau ramai lancar didominasi oleh pengguna musiman dengan volume pengguna sebanyak 48.564 orang.
Penjualan tiket kereta Lebaran 2026 mencapai 4 juta lebih atau 89,6%. KAI menyebut arus balik masih tersedia dengan ratusan ribu kursi tersisa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved