Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja Harwan Muldidarmawan menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola risiko di industri asuransi nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi dalam The Forum: Navigating Geopolitical Threats and Opportunities in the Insurance Industry, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI).
Acara berskala nasional ini mempertemukan para profesional, regulator, akademisi, dan pelaku industri asuransi untuk membahas tantangan serta peluang di tengah dinamika geopolitik global. Forum ini juga menjadi wadah bertukar gagasan dan strategi dalam mengembangkan praktik manajemen risiko yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan demi ketahanan industri.
Harwan dipercaya menjadi moderator pada sesi kedua yang membahas mengenai risk management dengan tema Shifting Risks and Opportunities in Insurance Industry. Sesi ini menghadirkan tiga narasumber yang membawakan materi terkait tema tersebut, yaitu Presiden Direktur Tugu Insurance Adi Pramana, Komisaris Astra Life Moch. Ihsanuddin, dan Komisaris Utama PT Asuransi Tri Pakarta Endang Hidayatullah.
Membuka sesi kedua, Harwan mengatakan bahwa para profesional di dunia perasuransian tentu sudah tidak asing lagi dengan risk management, karena sehari-harinya menggeluti risiko. Dalam sesi kedua ini, risk management dikaitkan dengan dinamika geopolitik, yang mendorong perusahaan untuk dapat berstrategi dalam memperkuat Enterprise Risk Management (ERM) di dalam lingkungan internal dan eksternal.
“Dengan adanya kemudahan pasar yang dibuka oleh pemerintah kita kepada Amerika Serikat, tentunya ini menjadi sebuah tantangan. Untuk industri kita, bagaimana bisa mempertahankan competitive advantage untuk bisa memenangi pasar. Ini perlu dukungan semua, baik itu pemerintah, regulator, maupun industri untuk bergandengan tangan. Pada diskusi ini, kita mengeksplorasi lanskap risiko dalam industri asuransi yang semakin dinamis, serta bagaimana kita bisa memanfaatkan peluang yang muncul melalui strategi yang adaptif dan proaktif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Harwan menyoroti kondisi di Indonesia, di mana masih ada perusahaan-perusahaan yang belum menjalankan ERM dengan optimal.
“Ada perusahaan dan institusi yang minim pelaksanaan ERM-nya. Awareness terhadap risiko pun kadang belum memadai. Tapi kita tidak bisa menolak atau menghindar, dan tetap harus bekerja sama ataupun engaged dengan mereka. Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama, bagaimana meningkatkan kesadaran tentang ERM di seluruh aspek kehidupan baik di internal maupun eksternal perusahaan kita,” ujarnya.
Harwan menutup sesi diskusi dengan penekanan pada pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pembaruan pemahaman risiko secara berkesinambungan.
“Kami berharap industri asuransi ke depannya semakin agile, dinamis, dan adaptif untuk menjawab tantangan risiko-risiko geopolitik. Selain itu, bagaimana kita membangun kesadaran budaya risk management di lingkungan internal bisnis dan terhadap ekosistem stakeholder yang menjadi partner bisnis dalam kesehariannya," ucapnya.
Melalui partisipasi di The Forum 2025, Jasa Raharja menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas, tetapi juga sebagai bagian dari upaya kolektif memperkuat daya tahan industri asuransi nasional.
Implementasi risk management yang efektif diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat di tengah ketidakpastian global, sekaligus mendukung pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan. (E-4)
Pepe menegaskan fokus perusahaan ke depan akan diarahkan pada penguatan fundamental dan pertumbuhan berkelanjutan.
KEPEMIMPINAN harus mampu menghadirkan arah strategis, memperkuat inovasi layanan, dan mendorong kinerja berkelanjutan di industri asuransi jiwa nasional.
Semakin cepat program penjaminan polis diberlakukan, semakin cepat pula kepercayaan masyarakat meningkat terhadap industri asuransi.
Perluas ekosistem keuangan digital untuk meningkatkan efisiensi pembayaran dan memperkuat industri asuransi berbasis teknologi.
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham, Wayan Pariama ditunjuk sebagai President Director perusahaan menggantikan Alexander Setokusumo.
Manfaat akhir masa asuransi berupa jaminan pengembalian premi hingga 170% dan manfaat meninggal dunia hingga 10x dari premi tunggal, tergantung usia masuk tertanggung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved