Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JASA Marga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT/Regional Nusantara) mencatat peningkatan lalu lintas (lalin) di empat ruas tol pada H-7 atau yang jatuh pada hari Senin (24/3).
"Secara keseluruhan, Regional Nusantara mendata total lalin pada Senin sejumlah 169.210 kendaraan atau meningkat 3,1% dibanding lalin normal yaitu 164.169 kendaraan. Adapun ruas-ruas tol yang mengalami peningkatan lalin pada H-7 Idulfitri 1446 H/2025 yaitu Ruas Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera), Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT), Ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), Ruas Tol Manado-Bitung (Mabit)," kata Senior General Manager Jasa Marga Nusantara Tollroad Regional Division Tyas Pramoda Wardhani dikutip dari siaran pers yang diterima, Selasa (25/3).
Sementara itu, Jasa Marga mencatat bahwa di Ruas Tol Belmera, jumlah volume lalin sebanyak 90.378 kendaraan melintas atau meningkat 5,9% dibanding lalin normal yaitu sebesar 85.232 kendaraan. Berdasarkan data tersebut, 19.979 kendaraan melintas melalui Gerbang Tol (GT) Amplas untuk menuju Kota Medan. Angka tersebut meningkat 7,65% dibanding volume lalin normal yaitu 18.560 kendaraan.
Di sisi lain, di Ruas Tol MKTT tercatat sejumlah 15.788 kendaraan melintas pada hari Senin, 24 Maret 2025. Angka tersebut meningkat 8,3% dibanding lalin normal yaitu 14.576 kendaraan.
Berdasarkan data tersebut, 4.824 kendaraan tercatat masuk dari GT Kualanamu yang berasal dari arah Bandar Udara Internasional Kualanamu. Angka tersebut lebih tinggi 2,29% dibanding volume lalin normal yang melintas di GT Kualanamu yaitu 4.716 kendaraan.
"Ruas Tol Balsam di Kalimantan Timur tercatat volume lalin sejumlah 10.605 kendaraan atau meningkat 5,4% dibanding volume lalin normal yaitu 10.062 kendaraan," ungkap Tyas.
Sedangkan di Ruas Tol Mabit terdata volume lalin sebanyak 6.534 kendaraan atau meningkat 15,8% dibanding dengan volume lalin normal yaitu 5.643 kendaraan.
"JNT mengimbau pengguna jalan yang akan melakukan perjalanan di jalan tol untuk dapat memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan, mempersiapkan perbekalan selama perjalanan (makanan, minuman, serta peralatan ibadah, obat-obatan pribadi), mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara penuh sebelum melakukan perjalanan, mengecek tarif tol dan mengisi saldo uang elektronik dengan cukup," ujarnya.
Selain itu, pengguna jalan tol juga direkomendasikan untuk melakukan pemilihan waktu dan rute perjalanan dengan baik, salah satunya dengan menghindari perjalanan waktu puncak arus mudik dan balik. JNT mendorong seluruh pengguna jalan tol untuk mengikuti aturan selama perjalanan dengan mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan, disiplin dalam ketentuan berkendaraan serta dianjurkan untuk melakukan pengisian ulang (top up) uang elektronik melalui aplikasi Travoy atau di gerai top up yang tersedia di rest area serta menghindari top up di gerbang tol. (Fal/E-1)
Pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung ini bukan hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga memperkuat konektivitas dan menurunkan biaya logistik.
Infrastruktur ini diharapkan menjadi penggerak lahirnya pusat-pusat pertumbuhan baru serta menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar ruas tol.
Di balik skema mega strategis ini, hambatan di lapangan tidak bisa diabaikan. Salah satu tantangan utama adalah pengadaan lahan, yang membutuhkan lebih dari 35.000 hektare.
Jumlah itu akumulasi dari 79.189 kendaraan pada ruas operasi dan 7.536 kendaraan pada ruas yang baru.
Hutama Karya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik demi menciptakan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman selama di JTTS selama periode ini.
Sejauh ini, trafik kendaraan melintas sebesar 82.696 kendaraan pada 9 Mei 2025 dengan peningkatan 7,18% dibanding trafik normal pada hari yang sama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved