Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan bahwa para pekerja PT Sritex Group yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) akan segera kembali bekerja. Hal ini disampaikannya usai menghadiri rapat terbatas bersama dengan Presiden Prabowo Subianto.
"Dalam penanganan kasus PT Sritex group Kementerian Ketenagakerjaan juga mengapresiasi berbagai komitmen dan langkah yang dilakukan oleh kurator seperti yang tadi sudah disampaikan bahwa dalam 2 minggu ke depan pekerja akan dipekerjakan kembali," ujar Yassierli di Kantor Presidenan, Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (3/3).
Lebih lanjut, Yassierli menegaskan bahwa langkah ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi para pekerja. Pemerintah, melalui Kementerian Ketenagakerjaan, juga sedang mengawal pemenuhan hak-hak pekerja PT Sritex Group.
"Saat ini Kementerian Ketenagakerjaan sedang mengawal hak-hak pekerja PT Sritex group berupa hak atas kompensasi PHK dan berbagai hak normatif lainnya agar tetap terpenuhi," terangnya.
Yassierli berharap para pekerja PT Sritex Group dapat kembali bekerja dengan tenang dan memperoleh hak-haknya secara penuh. Pemerintah juga akan terus mengawasi jalannya proses pemulihan ini agar hak-hak pekerja tetap terjaga.
"Kementerian Ketenagakerjaan juga akan mengawasi mengawal agar hal PT Sritex group atas manfaat jaminan sosial Ketenagakerjaan termasuk jaminan hari tua JHT dan jaminan kehilangan pekerjaan atau JKP dapat terpenuhi," tandasnya.
(Bob/P-3)
Di sebagian besar perusahaan kini memiliki setidaknya tiga hingga empat generasi yang berinteraksi setiap hari.
Acara tahunan yang dihadiri khusus management ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penghargaan atas dedikasi dan kontribusi luar biasa mereka.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Jalal Abdul Nasir menyoroti isu kelangkaan BBM di SPBU swasta dan kabar dirumahkannya sebagian karyawan.
Hingga awal 2025, lebih dari 57.000 tenaga kerja telah mengikuti program pelatihan IWIP dan WBN.
Deloitte Global Human Capital Trends Survey (2025) mengungkap lebih dari dua pertiga (66,6%) pekerja merasa sistem evaluasi kinerja mereka tidak adil dan kurang setara.
Bagi Hanasui, perjalanan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata apresiasi kepada tim yang telah menjadi pilar kesuksesan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved