Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus berupaya memperluas jangakuan pasar, termasuk untuk segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Melalui Homespot.id, BRI memberikan kemudahan kepada masyarakat terutama para nasabah dalam mencari hunian dan pengajuan KPR.
Dalam satu website, pembeli dapat dengan mudah menemukan banyak pilihan hunian dari berbagai pengembang atau penjual, dengan beragam pilihan pembayaran.
"Platform Homespot.id merupakan situs dengan sistem one-stop housing marketplace, di mana berbagai pihak yang terkait pembelian rumah bisa bertemu," bunyi keterangan resmi BRI, Selasa (18/2)
Dengan mengakses Homespot.id, pembeli dan penjual rumah akan langsung dipertemukan secara daring. Menariknya lagi, di platform yang sama, calon pembeli juga dapat langsung mengajukan KPR. Menerapkan sistem seperti marketplace, Homespot.id memiliki banyak pilihan properti di berbagai daerah di Indonesia.
"Calon pembeli juga lebih nyaman dan mudah memilih rumah dengan mengatur pencarian yang sesuai dengan kebutuhannya, seperti luas tanah dan bangunan, kisaran harga, hingga mode pencarian yang lebih spesifik, misalnya jumlah kamar atau fasilitas lainnya," imbuh keterangan tersebut.
Pengajuan KPR di Homespot.id telah diatur dengan sistem praktis. Tentunya, agar KPR yang diajukan nasabah bisa langsung disetujui. Kendati demikian, tetap ada hal-hal yang perlu dipastikan, di antaranya rekam jejak kredit yang bersih tanpa riwayat kredit macet, keuangan stabil, serta kelengkapan dokumen. (E-3)
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Segmen pasar menengah saat ini menjadi target pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh dominasi end-user, khususnya generasi milenial, Gen Z, serta pasangan muda.
Saat ini masih ada bank yang belum bisa secara nyata untuk melakukan program kredit perumahan karena masih membutuhkan waktu dalam membuat sistem.
OJK menegaskan meski masyarakat memiliki skor kredit Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) jelek, tetap diperbolehkan mengambil KPR.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved