Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN produsen perlengkapan rumah tangga dan perlengkapan dapur asal Korea Selatan, Locknlock resmi membuka pop-up store tumbler pertama yakni Indonesia. Pop-up store tersebut berlokasi di Aeon Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan.
Presiden Direktur LocknLock Indonesia Yun Jeong Hee mengatakan bahwa Pop-up store tumbler ini adalah pertama yang dibuka di Indonesia.
"Pop-up store ini mengusung konsep khusus hanya menjual tumbler. Dan ini merupakan salah satu langkah strategis kami untuk memperkuat LocknLock sebagai global brand tumbler premium di Indonesia," ucap Jeong Hee dalam keterangan resminya, Rabu (5/2).
Jeong Hee menjelaskan, LocknLock pop-up store tumbler yang hadir di Aeon Mall Tanjung Barat ini menghadirkan koleksi terbaru tumbler LocknLock kualitas premium dengan beragam varian model dan warna.
"Tidak hanya menyasar anak muda tetapi desain dan warna tumbler LocknLock sangat universal sehingga bisa menjangkau segala lapisan usia," terangnya.
Adapun yang menarik pada pop-up store tumbler ini, LocknLock mengajak para customer menjadikan tumbler mereka lebih stylish dan personal dengan mendesain sendiri tumbler mereka dengan menambahkan pernak-pernik 'charm’ di tumbler dan grafir nama.
"Kami sangat antusias dengan pembukaan LocknLock pop-up store tumbler pertama ini karena kami bisa lebih dekat dengan customer dan bisa memberikan banyak pilihan tumbler dengan kualitas premium. Kami berharap para customer bisa enjoy dan happy dengan personal tumbler LocknLock dan membawa tumbler saat aktivitas sehari-hari," tutur Jeong Hee. (Fal)
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan bisnis serta perdagangan Indonesia–Tiongkok, khususnya di sektor consumer goods dan produk gaya hidup.
Tumbler kini bukan sekadar wadah minum, tetapi juga simbol gaya hidup dan status. Di dunia luxury goods, beberapa tumbler dibanderol dengan harga selangit.
PT Kereta Api Indonesia melakukan proses mediasi antara petugas passenger service Stasiun Rangkasbitung dan salah satu pengguna Commuter Line.
Bunyi pengumuman itu berbunyi, “Adapun barang berharga lainnya, seperti tumbler. Diimbau untuk yang membawa tumbler agar selalu menjaga barang bawaannya,”
Dalam video permintaan maaf yang beredar, keduanya mengaku sadar bahwa tindakan serta ucapan mereka telah menimbulkan kerugian bagi banyak pihak.
Kasus ini bermula dari unggahan seorang penumpang yang mengaku kehilangan tumbler Tuku miliknya setelah tertinggal di gerbong KRL.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved