Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BITCOIN, sebagai salah satu mata uang kripto paling populer di dunia, memiliki sebuah metrik yang sangat penting dalam menjaga jaringan blockchain-nya tetap aman dan berjalan dengan lancar, yaitu hashrate. Hashrate mengacu pada total kekuatan komputasi yang digunakan oleh penambang Bitcoin di seluruh dunia untuk memproses transaksi dan mengamankan jaringan.
Jika Anda tertarik dengan Bitcoin, Anda mungkin pernah mendengar bahwa hashrate Bitcoin terus mengalami peningkatan. Lalu, apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Apa pengaruhnya terhadap harga Bitcoin itu sendiri? Mari telusuri lebih jauh berbagai faktor yang membuat hashrate Bitcoin semakin meningkat!
Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan hashrate Bitcoin adalah popularitasnya yang terus tumbuh. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang Bitcoin, lebih banyak orang dan perusahaan tertarik untuk menambang Bitcoin dan berpartisipasi dalam ekosistem kripto.
Baca juga : Terinspirasi dari Game, Token Kripto Berlogo Hamster Mulai Diperdagangkan
Penambang adalah mereka yang menjalankan komputer-komputer canggih untuk menyelesaikan algoritma kompleks, dan setiap kali mereka berhasil, mereka diberi imbalan berupa Bitcoin baru. Adopsi yang meluas terhadap Bitcoin sebagai alat investasi dan alat pembayaran telah menarik minat lebih banyak individu dan perusahaan untuk terlibat dalam penambangan.
Semakin banyak penambang yang bergabung, semakin tinggi hashrate yang dihasilkan, karena ada lebih banyak kekuatan komputasi yang bersaing untuk memecahkan masalah matematika dalam jaringan.
Teknologi penambangan Bitcoin terus berkembang dari waktu ke waktu. Di masa-masa awal Bitcoin, siapa pun bisa menambang menggunakan komputer biasa di rumah. Namun, seiring dengan meningkatnya persaingan, penambangan Bitcoin menjadi semakin canggih.
Baca juga : Bitcoin Berpotensi Lampaui Ekspektasi pada September
Saat ini, penambangan Bitcoin dilakukan menggunakan perangkat keras khusus yang disebut Application-Specific Integrated Circuit (ASIC), yang dirancang khusus untuk menambang mata uang kripto. Perangkat ASIC memiliki kekuatan komputasi yang jauh lebih tinggi daripada komputer biasa, sehingga dapat meningkatkan hashrate secara signifikan.
Selain itu, produsen perangkat keras juga terus meningkatkan efisiensi perangkat ASIC agar lebih hemat energi dan lebih kuat. Ini membuat para penambang dapat memproses lebih banyak blok transaksi dengan kecepatan lebih tinggi, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan hashrate.
Harga Bitcoin memiliki hubungan erat dengan hashrate. Ketika harga Bitcoin naik, semakin banyak orang yang tertarik untuk menambang karena imbalan yang didapatkan dalam bentuk Bitcoin menjadi lebih bernilai.
Baca juga : Ajaib Kripto Ingatkan Investor Antisipasi Kenaikan Bitcoin
Misalnya, ketika harga Bitcoin melonjak, penambang akan mendapatkan imbalan yang lebih besar dari Bitcoin yang mereka hasilkan. Faktor ini mendorong lebih banyak individu dan perusahaan untuk berinvestasi dalam perangkat keras penambangan, yang pada gilirannya meningkatkan hashrate jaringan Bitcoin.
Oleh karena itu, lonjakan harga Bitcoin sering kali diikuti dengan peningkatan hashrate yang signifikan, karena semakin banyak orang yang ingin mendapatkan keuntungan dari menambang.
Penambangan Bitcoin telah berkembang dari aktivitas individu menjadi industri besar yang melibatkan perusahaan besar dengan pusat data yang sangat besar dan canggih. Beberapa perusahaan menambang Bitcoin dalam skala besar, memanfaatkan ribuan perangkat ASIC yang terhubung untuk bekerja secara bersamaan. Ini dikenal sebagai penambangan skala industri, yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan hashrate.
Baca juga : Altcoin di Asia, Eropa, dan Amerika: Tinjauan Komparatif
Perusahaan-perusahaan besar ini seringkali memiliki akses ke sumber daya yang lebih besar, termasuk listrik murah dan lokasi dengan suhu yang dingin untuk mendinginkan perangkat keras mereka. Faktor-faktor ini memungkinkan mereka untuk menjalankan operasi penambangan dengan lebih efisien, sehingga mampu meningkatkan hashrate Bitcoin secara signifikan.
Pada tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar hashrate Bitcoin terkonsentrasi di Tiongkok, karena negara tersebut memiliki akses ke listrik murah yang sangat mendukung industri penambangan. Namun, pada tahun 2021, pemerintah Tiongkok melarang aktivitas penambangan kripto di negaranya, yang menyebabkan penurunan drastis pada hashrate global pada saat itu.
Namun, penambang di negara lain, terutama di Amerika Serikat, Rusia, dan Kazakhstan, dengan cepat mengisi kekosongan tersebut. Pergeseran ini menyebabkan diversifikasi lokasi penambangan, yang mendorong peningkatan hashrate kembali seiring dengan berjalannya waktu. Negara-negara ini memiliki akses ke sumber daya energi yang murah, sehingga membuat penambang dapat mengoperasikan perangkat keras mereka dengan efisien.
Penambangan Bitcoin dikenal sebagai aktivitas yang memerlukan energi dalam jumlah besar, karena perangkat ASIC bekerja tanpa henti untuk memecahkan algoritma. Meskipun demikian, ada upaya berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi energi dalam penambangan. Perusahaan-perusahaan penambang kini lebih banyak menggunakan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, atau hidroelektrik, untuk mengurangi biaya energi dan dampak lingkungan.
Dengan energi yang lebih murah dan berkelanjutan, lebih banyak penambang dapat mengoperasikan perangkat keras mereka tanpa terbebani oleh biaya energi yang tinggi, yang pada akhirnya membantu meningkatkan hashrate jaringan Bitcoin.
Peningkatan hashrate Bitcoin didorong oleh beberapa faktor, termasuk adopsi Bitcoin yang terus berkembang, kemajuan teknologi penambangan, harga Bitcoin yang semakin tinggi, dan berkembangnya skala penambangan di berbagai negara. Dengan hashrate yang terus meningkat, keamanan jaringan Bitcoin juga menjadi lebih kuat, karena lebih banyak kekuatan komputasi yang berpartisipasi dalam menjaga jaringan tetap aman.
Bagi Anda yang tertarik untuk ikut serta dalam dunia kripto, Bitcoin bisa menjadi pilihan menarik. Anda bisa dengan mudah membeli Bitcoin di Tokocrypto, platform terpercaya yang menawarkan layanan jual beli Bitcoin dengan aman dan nyaman. Dengan adopsi Bitcoin yang terus berkembang, memiliki Bitcoin bisa menjadi langkah cerdas untuk masa depan Anda di dunia kripto. (Adv)
Volatilitas pasar adalah ukuran statistik yang menilai seberapa banyak dan seberapa cepat harga sebuah aset, seperti forex atau kripto, berubah dalam periode waktu tertentu.
Harga bitcoin (BTC) jatuh ke level US$60.000 pada Februari 2026. Simak analisis penyebab, dampak likuidasi US$1,8 miliar, dan strategi investasi DCA.
Growth Manager OKX Wallet, Ferry, menyatakan bahwa konsistensi perilisan PoR merupakan bukti stabilitas sistem yang mereka bangun di tengah dinamika pasar kripto.
PASAR aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah bitcoin mengalami koreksi tajam ke kisaran level US$74.000 sebelum akhirnya melakukan rebound ke level US$77.000.
Suntikan modal raksasa ini diproyeksikan untuk mempercepat ekspansi global, khususnya di sektor pembayaran stablecoin dan akuisisi strategis.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat sekitar 72 persen pedagang aset keuangan digital (PAKD) di Indonesia masih mengalami kerugian hingga akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved