Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH diharapkan mampu menjaga sinergi kebijakan antar kementerian lembaga untuk mendukung kinerja industri manufaktur. Itu dinilai penting agar industri manufaktur dalam negeri justru tak mengalami kemerosotan.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Agraria, Tata Ruang, dan Kawasan Sanny Iskandar saat dihubungi, Senin (2/9).
"Pemerintah diharapkan menjaga sinergi kebijakan antar kementerian/lembaga untuk mendukung kinerja industri manufaktur dan tidak malahan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang justru semakin melemahkan dunia industri," ujarnya.
Baca juga : 4 Subsektor Manufaktur Alami Tekanan Berat
Dia mengatakan, penurunan Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur pada Agustus 2024 ke level 48,9 menunjukkan tren kontraksi dalam beberapa bulan terakhir. Itu sekaligus menandakan industri manufaktur mengalami situasi sulit.
Kesulitan tersebut tak hanya datang akibat kondisi global, melainkan dari dalam negeri. Keadaan rantai pasok yang saat ini terbilang kompleks juga menambah tantangan bagi industri manufaktur di Tanah Air.
Karenanya, Sanny mendorong agar pemerintah cermat dan tepat dalam mengeluarkan kebijakan. Pelaku usaha industri yakin, apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan yang pro industri, maka bisa segera mengembalikan PMI manufaktur Indonesia naik lagi pada posisi ekspansi," pungkasnya. (N-2)
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Mengawali 2026, kinerja sektor manufaktur Indonesia menguat. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang tetap ekspansif dan meningkat ke 52,6 pada Januari 2026.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
Fokus kebijakan, sebaiknya diarahkan pada segmen industri perakitan, pengujian, dan pengemasan (assembly, testing, and packaging) serta manufaktur komponen pendukung.
PEMERINTAH menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 akan tumbuh solid seiring penguatan fundamental domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved