Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (16/7) ditutup merosot di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan beragamnya data ekonomi dari Tiongkok selaku negara rekanan utama Indonesia.
Pada akhir perdagangan Selasa, rupiah merosot 10 poin atau 0,06% menjadi 16.180 per dolar AS dari sebelumnya sebesar 16.170 per dolar AS. "Hal yang mendasari penguatan mata uang dolar AS saat ini adalah pelaku pasar yang memperkirakan kemungkinan 100% bahwa suku bunga The Fed akan turun setidaknya 25 basis poin Ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bertemu pada 18 September mendatang," kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva di Jakarta, Selasa.
Di sisi gejolak politik, dolar AS juga mendapatkan keuntungan dari kasus penembakan pada Donald Trump saat berkampanye di Pennsylvania. Para pakar politik berpendapat bahwa kasus penembakan tersebut meningkatkan peluang kemenangan Trump atas Jo Biden dan hal itu memberi dukungan terhadap mata uang dolar AS, karena Trump mengisyaratkan niatnya untuk memberlakukan kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis.
Baca juga : Rupiah Menguat Seiring Spekulasi Pemotongan Suku Bunga The Fed Meningkat
Di sisi lain, data pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang beragam turut menekan kinerja mata uang rupiah. Biro Statistik Nasional (NBS) pada Senin melaporkan ekonomi Tiongkok tumbuh 4,7% sepanjang tahun pada kuartal II 2024 dibandingkan dengan ekspansi 5,3% pada kuartal pertama secara kuartalan.
Produk domestik bruto (PDB) Tiongkok naik 0,7% pada kuartal II 2024 versus 1,5% yang tercatat pada kuartal sebelumnya. Prakiraan pasar ialah 1,1 persen.
Selain itu, penjualan ritel Juni Tiongkok yoy naik 2% versus 3,1% yang diharapkan dan 3,7% sebelumnya. Sementara produksi industri negara itu berada di 5,3% yoy dibandingkan 5% estimasi dan 5,6% di Mei 2024. Hal tersebut menunjukkan melemahnya pertumbuhan ekonomi di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa tergelincir ke level Rp16.203 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.174 per dolar AS. (Ant/Z-2)
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.828 per dolar AS hari ini, Kamis (12/2). Simak analisis ICDX terkait dampak Nonfarm Payroll AS terhadap kurs domestik.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Nilai tukar mata uang rupiah hari ini ditutup menguat ke 16.786 per dolar AS. Simak analisis lesunya ekonomi AS dan tingginya minat obligasi domestik.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat menguat 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS)
Nilai tukar Rupiah hari ini, Kamis 12 Februari 2026, dibuka melemah 25 poin ke level Rp16.811 per dolar AS dipicu data tenaga kerja AS yang solid.
Nilai tukar mata uang rupiah hari ini ditutup menguat ke 16.786 per dolar AS. Simak analisis lesunya ekonomi AS dan tingginya minat obligasi domestik.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved