Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (16/7) ditutup merosot di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan beragamnya data ekonomi dari Tiongkok selaku negara rekanan utama Indonesia.
Pada akhir perdagangan Selasa, rupiah merosot 10 poin atau 0,06% menjadi 16.180 per dolar AS dari sebelumnya sebesar 16.170 per dolar AS. "Hal yang mendasari penguatan mata uang dolar AS saat ini adalah pelaku pasar yang memperkirakan kemungkinan 100% bahwa suku bunga The Fed akan turun setidaknya 25 basis poin Ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bertemu pada 18 September mendatang," kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva di Jakarta, Selasa.
Di sisi gejolak politik, dolar AS juga mendapatkan keuntungan dari kasus penembakan pada Donald Trump saat berkampanye di Pennsylvania. Para pakar politik berpendapat bahwa kasus penembakan tersebut meningkatkan peluang kemenangan Trump atas Jo Biden dan hal itu memberi dukungan terhadap mata uang dolar AS, karena Trump mengisyaratkan niatnya untuk memberlakukan kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis.
Baca juga : Rupiah Menguat Seiring Spekulasi Pemotongan Suku Bunga The Fed Meningkat
Di sisi lain, data pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang beragam turut menekan kinerja mata uang rupiah. Biro Statistik Nasional (NBS) pada Senin melaporkan ekonomi Tiongkok tumbuh 4,7% sepanjang tahun pada kuartal II 2024 dibandingkan dengan ekspansi 5,3% pada kuartal pertama secara kuartalan.
Produk domestik bruto (PDB) Tiongkok naik 0,7% pada kuartal II 2024 versus 1,5% yang tercatat pada kuartal sebelumnya. Prakiraan pasar ialah 1,1 persen.
Selain itu, penjualan ritel Juni Tiongkok yoy naik 2% versus 3,1% yang diharapkan dan 3,7% sebelumnya. Sementara produksi industri negara itu berada di 5,3% yoy dibandingkan 5% estimasi dan 5,6% di Mei 2024. Hal tersebut menunjukkan melemahnya pertumbuhan ekonomi di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa tergelincir ke level Rp16.203 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.174 per dolar AS. (Ant/Z-2)
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas melemahnya nilai tukar rupiah.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved