Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDIRI National Battery Research Institute (NBRI), Prof Evvy Kartini mengungkapkan bahwa standar keamanan baterai masih menjadi tantangan Indonesia untuk menjadi pemain global. Sebab sejauh ini belum ada aturan turunan terkait standar dan keamanan baterai di Tanah Air.
"Standar dan safety. Saya bisa menyampaikan bahwa Indonesia belum siap dengan standar dan safety. Indonesia harus punya standar dan safety Indonesia, bukan China atau Eropa," ujarnya, Rabu (10/7).
Menurut Prof Evvy, tidak adanya standar dan keamanan ini cukup berbahaya bagi pengembangan baterai. Di sisi lain, banyak juga electronic vehicle (EV) atau mobil listrik dan motor listrik yang masuk ke Indonesia tapi tidak menggunakan standar dan safety Indonesia.
Baca juga : Mengantisipasi Bahaya Laten Kebakaran pada Kendaraan Listrik
"Battery itu sulit terbakar tapi sekali terbakar sulit dipadamkan. Ini perlu kita pelajari bersama-sama. Pengguna harus diajarkan juga standar safety ketika di rumah charger. Kalau charge sudah full akan panas material di dalam akan meleleh," jelasnya.
Dia berharap pemerintah bisa segera merespon hal itu. Indonesia bisa mengikuti standar internasional dengan melakukan pengujian baterai.
Bila standar dan safety baterai bisa diimplementasikan, hal itu akan mendukung pengembangan ekosistem baterai di Tanah Air. Karena membangun ekosistem harus dimulai dari hulu dengan menetapkan regulasi dari pemerintah.(van)
Ia menambahkan bahwa setelah dua fase tersebut, INA bahkan sudah membeli lahan untuk Fase III sebagai sinyal percepatan yang tidak main-main.
Ketua Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkap ambisi Indonesia untuk menjadi negara acuan standar pengolahan Material Baterai Kendaraan Listrik di dunia.
Alva menghadirkan Alva Boost Charge Station untuk membuat pengisian daya lebih mudah dan cepat.
Upaya DRMA untuk pengembangan bisnis kendaraan listrik semakin mewujud nyata melalui penciptaan Dharma Connect.
Penyediaan sarana transportasi yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara.
Forum itu menghadirkan panelis lintas stakeholder berkaitan dengan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus memberikan masukan terhadap hasil riset sebagai perumusan road map.
Tiongkok menjadi negara pertama yang melarang desain handle pintu tersembunyi demi keamanan.
MASYARAKAT luas diajak untuk berperan aktif mendukung akselerasi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai solusi mobilitas bersih yang berkelanjutan.
Tim peneliti Swiss berhasil menciptakan baterai solid-state yang lebih aman dan tahan lama. Temukan bagaimana teknologi ini mencegah korsleting pada mobil listrik.
Asuransi ini menyasar kendaraan listrik sesuai Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI).
Peralihan ke transportasi berbasis listrik memberi ruang lebih besar bagi pemerintah untuk mengendalikan tekanan fiskal, sekaligus mendukung agenda transisi energi.
Penjualan kendaraan elektrik di Indonesia pada 2025 melonjak pesat mencapai 175.144 unit, naik signifikan dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 103.228 unit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved