Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BURSA Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat 41 perusahaan yang berpotensi delisting saham atau penghapusan suatu saham emiten di bursa. Puluhan emiten tersebut sudah menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) oleh pihak bursa selama lebih dari enam bulan.
"Ketika masa suspensinya sudah lebih dari enam bulan, maka bursa akan melakukan potensi delisting," ungkap Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI Teuku Fahmi Ariandar dalam forum Edukasi Wartawan, Senin, (3/6).
Dari data yang ditampilkan Fahmi, sejumlah perusahaan yang berpotensi delisting antara lain PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT HK Metals Utama Tbk (HKMU), Capitalinc Investment Tbk (MTFN), Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), Triwira Insanlestari Tbk (TRIL) dan lainnya.
Baca juga : Investor Ritel Diimbau Pantau Aksi Korporasi dan Saham Berpotensi Delisting
Fahmi menuturkan mayoritas perusahaan yang berpotensi delisting sudah lama melantai bursa. "Bahkan, perusahaan terbaru yang masuk potensi delisting itu melantai di 2019," tambahnya.
Pada masa suspensi, saham emiten akan dibekukan, sehingga tidak dapat membeli atau menjual saham tersebut. Untuk terlepas dari suspensi, perusahaan-perusahaan bisa memperbaiki laporan keuangan atau pola transaksi efek yang tidak wajar.
Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menerangkan emiten yang berpotensi delisting karena dianggap bursa tidak mampu menavigasi perusahaan untuk mempertahankan status sebagai perusahaan tercatat.
Baca juga : OJK Ungkap Kondisi Laporan Pemeriksaan Saham CUAN
"Kalau kondisinya forced delisting, kami melarang pihak-pihak ini masuk ke pasar modal dengan jangka waktu kita atur lima tahun," katanya.
Forced delisting atau delisting paksa merupakan kondisi suatu perusahaan yang melanggar aturan dan gagal memenuhi standar keuangan minimum yang ditetapkan bursa. Perusahaan tersebut juga tidak melampirkan laporan keuangan, keberlangsungan bisnis perusahaan dipertanyakan, dan tidak ada penjelasan selama 24 bulan. Bila perusahaan tersebut terus melanggar, maka bursa dapat menghapus saham itu dari pasar saham.
"Untuk kondisi force delisting, tentu ada pihak yang wajib bertanggung jawab untuk pembelian kembali atas saham publik (buyback) yang beredar di publik," pungkas Nyoman. (Ins/Z-7)
HINGGA April 2024, BEI mengumumkan daftar 41 emiten yang berisiko dihapus pencatatannya dari bursa saham. BEI melaporkan bahwa 41 emiten tersebut telah disuspensi lebih dari 6 bulan.
BEI melakukan suspensi saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sejak 19 Desember 2023, akibat pergerakan saham CUAN yang di luar batas wajar. Kapan suspensi dibuka?
BUMN PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dikabarkan meminta agar suspensi saham mereka diangkat. Ini penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI).
KALANGAN perbankan menunggu kabar restrukturisasi utang PT Waskita Karya Tbk (WKST) atas pembiayaan untuk sejumlah proyek infrastruktur.
SAHAM BUMN PT Waskita Karya kembali disuspensi atau dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), sejak Senin (8/5), gara-gara tidak memenuhi kewajiban pembayaran utangnya.
IHSG dan kapitalisasi pasar BEI cetak rekor ATH pada pekan 12–15 Januari 2026. Simak data transaksi harian, aksi beli asing, dan pencatatan obligasi terbaru.
IHSG Sesi I ditutup stagnan di 8.884. Simak analisis dampak depresiasi Rupiah, rekor harga emas ATH, hingga guncangan investigasi kriminal Jerome Powell.
Sejalan dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar BEI turut meningkat sebesar 1,79% menjadi Rp16.301 triliun, dari Rp16.014 triliun pada pekan sebelumnya.
Lengkap dan terbaru! Ini daftar 8 saham yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, mulai dari RAJA, RATU IPO 2025, SINI, hingga PADI. Cek status kepemilikan dan afiliasinya.
IHSG pada 8 Januari 2026 di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 19,33 atau 0,22 persen ke posisi 8.925,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,70 poin
IHSG Bursa Efek Indonesia 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak suku bunga acuan dan inflasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved