Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto memperkirakan bencana banjir rob yang menerpa di kawasan pesisir pantai utara (pantura) Pulau Jawa akan merugikan ekonomi daerah, seperti di Jakarta hingga Rp10 triliun.
Ini diutarakan Airlangga dalam Seminar Nasional: Strategi Perlindungan Kawasan Pulau Jawa, Melalui Pembangunan Tanggul Pantai Dan Tanggul Laut (Giant Sea Wall) di Jakarta, Rabu (10/1).
"Estimasi kerugian ekonomi akibat gangguan rob di Jakarta saja diperkirakan Rp2,1 triliun per tahun. Dalam 10 tahun ke depan, bisa mencapai Rp 10 triliun," kata Airlangga.
Baca juga : Banjir Rob Kembali Terjang Pesisir Indramayu
Ia menyebut Pulau Jawa menghadapi sejumlah permasalahan terkait pertanahan dan iklim. Mulai dari adanya ancaman rrosi, abrasi, banjir, penurunan permukaan tanah (land subsidence) di sepanjang pesisir pantura Jawa sekitar 1-25 centimeter (cm) per tahun, serta masalah kenaikan permukaan air laut sebesar 1-15 cm/tahun di beberapa lokasi.
Baca juga : Tak Lagi Jadi Ibukota, Jakarta Tetap Lanjutkan Pembangunan Tanggul Laut
"Kenaikan permukaan laut 1 sampai 15 cm mengakibatkan banjir rob. Jadi, hampir dipastikan di wilayah utara terutama Semarang itu banjir, Pekalongan termasuk di utara Jakarta juga kena banjir (rob)," jelas Politikus Partai Golkar itu.
Ancaman banjir rob di pesisir pantura Jawa, lanjut Airlangga, juga mengancam keberadaan 70 kawasan industri, lima kawasan ekonomi khusus (KEK), 28 kawasan peruntukan industri, lima wilayah pusat pertumbuhan industri, serta akan melumpuhkan aktivitas di bandara, jalur kereta api, hingga pelabuhan. Sebanyak 50 juta warga akan merasakan betul dampak dari fenomena alam tersebut di pantura Jawa.
"Yang terdampak itu ada 50 juta orang. Banjir rob tidak hanya membahayakan kelangsungan ekonomi dan infrastruktur tetapi juga kelangsungan hidup masyarakat,” tegas Airlangga.
Pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall dianggap menjadi solusi untuk menangani banjir rob, kenaikan permukaan laut, hilangnya tanah, dan sekaligus juga menjadi jawaban atas kualitas hidup sebagian rakyat Indonesia yang masih memprihatinkan di pesisir pantura Jawa.
Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, pembangunan tanggul laut raksasa dibagi dalam tiga fase. Fase A merupakan pembangunan tanggul pantai dan sungai kurang lebih 120 kilometer (km).
Fase ini ditargetkan kelar di 2030. Lalu, fase B ialah dimulainya pembangunan tanggul laut adaptif sisi barat pesisir Jawa di 2030. Terakhir, fase C merupakan tahapan pembangunan tanggul laut adaptif sisi timur pesisir Jawa yang dikerjakan mulai 2040. Pembangunan difokuskan pada 44,2 kilometer (km) lokasi yang terbentang dari pesisir Jakarta, hingga Pekalongan dan Semarang, Jawa Tengah.
Untuk pembangunan fase A dan B tercatat membutuhkan biaya sebesar Rp164,1 triliun. Diperkirakan total investasi yang dibutuhkan untuk proyek tersebut mencapai US$60 miliar atau sekitar Rp934 triliun (kurs Rp15.571). (Z-8)
Pompa air bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai dipasang di sejumlah titik banjir di Kabupaten dan Kota Pekalongan yang hingga kini masih terendam dengan ketinggian air 30-120 cm.
HUJAN dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Senin (9/2) siang menyebabkan sebuah tanggul aliran Sungai Citalahab jebol dan meluapnya Sungai Ciseel.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Gerakan Jaga Jakarta Bersih libatkan 171 ribu warga bersama Pramono Anung dan Jusuf Kalla. Aksi rutin ini untuk cegah banjir dan kota nyaman.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
SEBANYAK 255 unit rumah di Dusun Gondang dan Dusun Tikung, Desa/Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tergenang banner luapan Kali Pacal, Rabu (4/2) malam.
BMKG memperingatkan gelombang tinggi hingga 2,5 meter disertai hujan badai dan angin kencang di perairan Jawa Tengah, Minggu (1/2).
BMKG: cuaca ekstrem berpotensi di 24 daerah di akhir pekan ini terutama di daerah Pantura dan Jawa Tengah bagian tengah.
BPBD DKI Jakarta juga meminta masyarakat untuk secara aktif memantau perkembangan informasi kondisi gelombang dan pasang air laut melalui laman resmi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta mengimbau warga yang tinggal di kawasan pesisir Pantai Utara Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.
Selain akibat naiknya permukaan air laut, banjir rob di di wilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Bahaya yang mengintai tidak hanya air laut, tapi juga dampak ikutan seperti angin puting beliung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved