Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSTRUKSI Media menggelar talkshow yang berkolaborasi dengan Dirjen Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), DM Consultant, serta produsen baja ringan PT Kencana Maju Bersama dan PT Sunrise Steel.
Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian kegiatan Konstruksi Indonesia 2023, di JI Expo, Kemayoran, Kamis (2/11).
Baca juga: Kementerian PU-Pera Gelar Pameran Konstruksi, Propan Raya Berkontribusi
Managing Director Konstruksi Media Bahar Yahya mengatakan talkshow bertema Baja ringan inovatif dengan bahan berkualitas tinggi untuk konstruksi lebih baik ini bertujuan memberikan ruang kepada dunia usaha, khususnya sektor konstruksi dan industri pendukung lainnya untuk mendapatkan informasi up to date tentang peluang dan tantangan dunia baja.
“Kami ingin memberikan pencerahan sekaligus membuka informasi tentang peluang di sektor konstruksi dan turunannya," kata Bahar dalam siaran persnya, hari ini.
Talkshow menghadirkan Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi Kementerian PUPR Nicodemus Daud, General Manager Project PT Kencana Maju Rahmat Sulaiman, GM Sales & Marketing PT Sunrise Steel Filipus Tedjo Baskoro, dan DM Consultant Donny Morris.
Baca juga: Profesional Bidang Konstruksi Bahas Transportasi Massal Berbasis Rel
Dalam paparannya, General Manager Project PT Kencana Maju Rahmat Sulaiman menyampaikan baja ringan merupakan material kokoh yang kini mulai menggeser kayu sebagai material bangunan.
Banyak material yang semula kayu kini digantikan baja ringan karena alasan awet, kuat, kokoh, antirayap dan ringan. Selain itu pengerjaan juga sangat mudah, membutuhkan waktu singkat serta secara ekonomi juga sangat murah atau terjangkau.
Di tengah maraknya produk baja ringan, ada banyak pula merek, kualitas, tipe dan harga. Namun, tidak jarang muncul baja ringan 'banci', istilah untuk menyebut produk itu belum terjamin kualitasnya. Sehingga, tak heran jika jenis material ini menjamur dan menawarkan berbagai spesifikasi yang menggiurkan.
Baca juga: PT Asia Mega Pasifik Siap Masuki Industri Jasa Konstruksi
Kencana Group, lanjut dia, yang bergerak di bidang manufaktur baja ringan tak hanya berkomitmen mempertahankan kualitas produk. Berbagai inovasi juga tercipta guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.
"Ini dibuktikan dengan hadirnya beragam baja ringan Kencana® (atap, rangka atap, rangka partisi, rangka plafon, ceiling, serta produk pendukung lainnya)," kata Rahmat.
Sementara itu, General Manager Sales & Marketing PT Sunrise Steel Filipus Tedjo Baskoro menyampaikan baja lapis aluminium seng (BjLAS) berkualitas tinggi dan memiliki standar SNI 4096:2007/2019 seperti Zinium® Diverso merupakan produk inovatif PT Sunrise Steel.
"Kehadiran produk Zinium® Diverso ini diharapkan menjawab tuntas kebutuhan pasar konstruksi saat ini. Dunia konstruksi membutuhkan produk dengan kualitas terbaik tapi dengan tetap harga lebih terjangkau," pungkasnya. (RO/S-2)
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan struktur industri logam nasional guna menopang pertumbuhan ekonomi dan mendukung agenda industrialisasi berkelanjutan.
Jika di Jawa Timur ada industri besi dan logam Ngingas-Sidoarjo Kalsel juga memiliki industri besi dan logam Nagara (Daha) di Hulu Sungai Selatan.
EKONOMI Indonesia tumbuh sebesar 5,05% di tahun 2023 secara c to c. Diketahui, lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi adalah industri pengolahan atau manufaktur.
Upaya GRP juga menjadi cermin bahwa industri manufaktur nasional makin percaya diri untuk memperluas pasar ekspornya di kancah global.
Para perajin lokal menyesalkan bahwa seni ukir logam ini masih kurang dihargai di dalam negeri dan kurang mendapat dukungan dari pemerintah.
Loggis teken kerja sama dengan HD Hyundai Infracore Asia untuk distribusi alat berat DEVELON, mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan di sektor tambang.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi bagi 150 tenaga kerja konstruksi, meningkatkan kualitas SDM sektor konstruksi.
Proyek bernilai sekitar Rp219 miliar ini menampilkan inovasi konstruksi berupa skybridge ikonik sepanjang 22 meter yang menghubungkan Menara Wimaya II (Tower B) dengan Menara Wimaya I.
PERTUMBUHAN Surabaya sebagai pusat ekonomi dan kawasan urban utama di Jawa Timur menempatkan sektor konstruksi pada tekanan yang kian kompleks.
Kaltim serius dalam meningkatkan tata kelola konstruksi, meningkatkan kualitas pembinaan kontraktor, serta memperkuat pengawasan proyek strategis daerah.
Ketua MTKBTI Weni Maulina ingin agar para pelaku industri konstruksi bawah tanah tidak berjalan sendiri. MTKBTI menjadi ruang bersama untuk berdiskusi, mencari solusi, dan berkomunikasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved