Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIAN Politic, Economic and Policy Insitute (IPEC) memuji langkah Presiden Joko Widodo menunjuk Andi Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian (Mentan). IPEC menilai penunjukan Amran untuk kedua kalinya tersebut sangat tepat.
Direktur Eksekutif IPEC Bramastyo Bontas menyatakan bahwa kinerja Amran sudah teruji ketika kali pertama menjabat. Gaya kepemimpinan dan terobosannya dalam bekerja senapas dengan Jokowi.
"Cepat, tak suka berbelit-belit, dan tegas. Jokowi sekali," ujar Doktor jebolan Univeristas Padjajaran tersebut.
Baca juga: Masuk Musim Hujan, Kementan Mulai Rencanakan Masa Tanam
Wajar ketika kemudian seorang Jokowi kembali mempercayakan Amran. Dengan sisa waktu tak sampai setahun lagi, Eks Walikota Solo itu tentunya ingin kursi Mentan diisi oleh sosok yang berpengalaman dan mampu bekerja cepat.
"Dan kriteria itu ada di sosok Pak Amran ini. Dia langsung tancap gas pastinya, tak lagi adaptasi, karena lima tahun pernah menjabat," beber Bram.
Baca juga: Mentan Andi Amran Sulaiman Minta KPK Berkantor Lagi di Kementan
Terkait kebijakan impor yang sempat disoroti sejumlah pengamat, Bram justru membela Amran. Menurutnya, komoditas strategis seperti beras atau gula, amat sensitif terhadap fluktuasi harga.
"Disisi lain, pemerintah juga wajib menjaga stabilitas harga di masyarakat. Termasuk ketika Pak Amran melakukan importasi beras atau gula. Semua dalam koridor yang wajar, tidak membabi buta seperti anggapan orang," pungkasnya. (RO/S-4)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyelundupan komoditas pertanian ilegal di Semarang.
Prabowo secara langsung menyematkan tanda kehormatan kepada para perwakilan penerima sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa.
Dari swasembada di sektor pangan, lanjut Prabowo, mimpinya untuk melihat keterjangkauan harga di masyarakat dapat tercapai.
Untuk delik kerugian keuangan negara, dia mengatakan KPK tidak memiliki cukup bukti karena Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai auditor negara menyatakan tidak dapat menghitungnya.
Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga pangan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyelundupan komoditas pertanian ilegal di Semarang.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dalam kondisi aman selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga pangan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.
15 ton cabai dikirim langsung ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara dari Bandara Rembele menuju Bandara Halim Perdanakusuma.
Sebelum penyegelan 250 ton beras impor ilegal di Sabang dilakukan, pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved