Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PESANAN untuk barang-barang manufaktur yang diproduksi di Amerika Serikat (AS) naik sedikit di Agustus karena kenaikan pesanan mesin. Ini mengalahkan ekspektasi setelah penurunan tajam di Juli.
Pesanan baru untuk barang tahan lama naik 0,2% pada Agustus dari bulan sebelumnya menjadi US$284,7 miliar, menurut revisi data Departemen Perdagangan. Angka ini jauh di atas perkiraan median para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch, yaitu penurunan sebesar 0,5% dibandingkan Juli.
"Meskipun pesanan barang tahan lama sedikit berubah pada Agustus, ada revisi ke bawah pada angka Juli," tulis ekonom terkemuka Oxford Economics AS Michael Pearce dalam catatan kepada kliennya.
Baca juga: TotalEnergies Genjot lagi Produksi Bahan Bakar Fosil
"Tren pesanan barang modal menunjukkan bahwa investasi peralatan bisnis kehilangan momentum pada kuartal ketiga," katanya.
Oxford Economics melihat perlambatan lebih lanjut ke depan, "Karena kebijakan moneter yang lebih ketat akan diterapkan secara lebih penuh," tambahnya.
Baca juga: PBB: Dekarbonisasi Pelayaran Butuh Lebih dari US$100 Miliar Setahun
Federal Reserve telah menaikkan suku bunga sebanyak 11 kali dalam 18 bulan terakhir. Penaikan suku bunga pinjaman utamanya tersebut ke tingkat yang belum pernah terjadi selama 22 tahun.
Suku bunga yang lebih ketat meningkatkan biaya pinjaman bagi konsumen dan dunia usaha. Ini berdampak pada permintaan barang dan jasa. (AFP/Z-2)
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Mengawali 2026, kinerja sektor manufaktur Indonesia menguat. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang tetap ekspansif dan meningkat ke 52,6 pada Januari 2026.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
Fokus kebijakan, sebaiknya diarahkan pada segmen industri perakitan, pengujian, dan pengemasan (assembly, testing, and packaging) serta manufaktur komponen pendukung.
PEMERINTAH menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 akan tumbuh solid seiring penguatan fundamental domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved