Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS perekonomian Indonesia mulai kembali bergairah. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II di angka 5,17 persen. Kembali normalnya mobilitas mendorong konsumsi masyarakat yang tumbuh 5,23 persen.
Kondisi ekonomi yang sudah mulai membaik menjadi momentum Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) untuk memperluas bisnis di sektor ritel. Salah satunya dengan berfokus pada pengembangan saluran distribusi melalui segmen bancassurance. GEGI menyatakan tengah menambah kolaborasi dengan beberapa perbankan tanah air. Terbaru, GEGI menggandeng PT Bank BTPN Tbk (BTPN) sebagai mitra baru distribusi bancassurance.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pada Senin (11/9) di Hotel Ayana Midplaza yang dihadiri Head of Business Banking Bank BPTN Jeffrey Tjoeng dan Direktur Marketing mewakili GEGI Linggawati Tok.
Baca juga: Ketahui Perbedaan Asuransi Umum dan Asuransi Jiwa
Linggawati berharap melalui kerja sama ini, GEGI dapat menjangkau layanan produk bank dan asuransi secara bersamaan, sehingga dapat memenuhi permintaan dan kebutuhan seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga ke berbagai daerah di seluruh Indonesia.
“Ke depannya, GEGI berkomitmen untuk terus menghadirkan produk-produk yang inovatif agar dapat melayani kebutuhan masyarakat luas,” kata Linggawati.
Senada dengan Linggawati, Jeffrey mengatakan kolaborasi ini akan memberi perubahan berarti, baik bagi konsumen GEGI maupun nasabah Bank BTPN.
Baca juga: Kredit Perbankan Pada Juli 2023 Tumbuh Menjadi 8,54%
“Bank BTPN berkomitmen untuk terus melayani nasabah dari berbagai segmen dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka. Kolaborasi ini merupakan bukti bahwa kami juga ikut serta dalam program pemerintah untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan dengan mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah di Indonesia,” kata Jeffrey.
Sinergi GEGI dan Bank BTPN diawali dengan enam produk, yaitu asuransi semua risiko industri (industrial all risk), asuransi gempa bumi, asuransi marine cargo, asuransi kendaraan bermotor, asuransi semua risiko kontraktor (contractor all risk), dan asuransi contractor’s plants and machinery. Produk-produk tersebut khusus bagi nasabah Bank BTPN yang membutuhkan perlindungan usaha dan asetnya.
Nasabah bisa mengakses produk asuransi tersebut melalui peminjaman atau kredit di Bank BTPN. Nah, jika ingin mengagunkan atau pembiayaan properti, Bank BTPN akan menawarkan asuransi GEGI sebagai perlindungan aset mereka. “Kami berharap kerja sama dengan Bank BTPN dapat membuat nasabah memerdekakan diri dari rasa khawatir dan takut akan aset yang diagunkan,” lanjut Linggawati. (Z-6)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
EKONOMI global diproyeksikan tumbuh 3,3% menurut IMF dan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved