Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK hacker bernama LockBit mengaku bertanggung jawab atas gangguan sistem layanan di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). LockBit menyatakan bahwa gangguan di sistem BSI sejak Senin (8/5) adalah hasil dari serangan mereka.
"Mereka juga mengumumkan bahwa mereka telah mencuri 15 juta catatan pelanggan, informasi karyawan, dan sekitar 1,5 terabyte data internal," tulis Fusion Intelligence Center (@DarkTracer) di Twitter dikutip Sabtu (13/5).
LockBit juga mengancam akan menyebarkan semua data yang berhasil mereka curi di web gelap jika negosiasi dengan pihak BSI gagal.
Baca juga: Rafly Kande: Copot Direksi BSI, Kementerian BUMN Harus Reformasi Sistem Perbankan
"Manajemen bank tidak dapat memikirkan hal yang lebih baik selain dengan berani berbohong kepada pelanggan dan mitra mereka, melaporkan semacam pekerjaan teknis yang sedang dilakukan di bank," tulis LockBit.
Selain berhasil melumpuhkan sistem BSI, kelompok tersebut juga menyatakan telah mencuri 1,5 terabyte data pribadi dan siap membocorkan data tersebut.
Data yang berhasil mereka curi diantaranya ialah, sembilan database yang berisi informasi pribadi pelanggan dan karyawan (nomor telepon, alamat, nama, informasi dokumen, jumlah rekening, nomor kartu, dan transaksi), kemudian dokumen keuangan, dokumen hukum, NDA, dan kata sandi untuk semua layanan internal dan eksternal yang digunakan di bank.
Baca juga: Seluruh Layanan Perbankan BSI Kembali Normal
Lebih lanjut, LockBit juga mengancam BSI dengan memberikan waktu 72 jam kepada pihak manajemen untuk menghubungi LockbitSupp dan menyelesaikan masalah tersebut. LockBit mengatakan, BSI akan menghubungi pihaknya apabila BSI menghargai reputasi, pelanggan, dan para mitra.
Jika pihak BSI akhirnya menghubungi LockBit, hacker tersebut menyatakan seluruh nasabah dan mitra bank yang datanya telah dicuri tidak akan terancam. Jika tidak, LockBit menyarankan nasabah dan mitra BSI untuk menghentikan kerja sama apa pun dengan perusahaan tersebut. (Z-6)
Operator seluler tidak hanya bertarung melawan ancaman siber konvensional, tetapi juga mulai menghadapi risiko operasional baru akibat adopsi teknologi mutakhir.
China Mobile International (CMI) Indonesia menyelenggarakan forum TechConnect+ 2025 yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan.
Ancaman kejahatan digital di Indonesia diperkirakan akan meningkat signifikan sepanjang 2025. Keamanan siber nasional membutuhkan perhatian serius.
Kemitraan ini bertujuan menyediakan solusi keamanan siber yang menyeluruh, terukur, dan terjangkau bagi perusahaan menengah hingga besar.
Habibi memenangkan kompetisi World Invention Competition and Exhibition 2025 berkat inovasinya di bidang keamanan siber dan kriptografi kuantum
Cortex AgentiX menghadirkan revolusi otomasi keamanan siber untuk menghadapi ancaman dari penyerang dengan bantuan AI
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved