Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan Seychelles dalam peningkatan pengetahuan dan keilmuan mengenai blue carbon untuk mendukung blue economy.
Kolaborasi tersebut berupa pelaksanaan kegiatan Training on Trainers (ToT) on the Blue Economy Program yang berlangsung secara hybrid diikuti 700 peserta.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian kolaborasi antara KKP dan Seychelles yang sudah diinisiasi sejak tahun 2021, dalam rangka penajaman blue economy serta memberikan tambahan pengetahuan dan keilmuan mengenai blue carbon, blue bond, dan marine protected area, serta pentingnya pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, untuk menjamin keberlanjutan ekosistem perikanan di Indonesia, mendorong distribusi ekonomi yang merata di wilayah pesisir, meningkatkan daya saing produk perikanan di pasar global, hingga sebagai solusi persoalan iklim dengan terjaganya ekosistem blue carbon," ujar Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) I Nyoman Radiarta dalam keterangan resmi, Jumat (10/2).
Blue carbon merupakan cadangan emisi yang diserap, disimpan dan dilepaskan oleh ekosistem pesisir dan laut. Di Indonesia, blue carbon tersebar di ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, hutan bakau, padang lamun, maupun lahan gambut di kawasan pesisir.
Baca juga: KKP Ajak Investor Asing Garap Penangkapan Ikan Terukur
Nyoman menjelaskan, ekosistem blue carbon juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi bagi masyarakat pesisir. Mengingat pentingnya blue carbon bagi kelangsungan ekosistem dunia dimana Indonesia berperan dalam menyumbang ketersediaannya maka menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga kelestarian ekosistem terutama mangrove, lamun maupun rumput laut.
“Kami mengharapkan kegiatan ini memberikan pencerahan kembali bagi kita semua akan pentingnya pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Menerapkan konsep blue economy dengan mengembangkan kreativitas dan inovasi yang dapat menciptakan industri baru dengan memanfaatkan sumberdaya seefisien mungkin untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Nyoman.
Melalui ToT, Nyoman juga berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan menyasar peserta yang lebih luas lagi, khususnya kepada peserta didik yang ada di satuan pendidikan lingkup KKP, sebagai bahan ajar.
Sebagai informasi, lima program ekonomi biru KKP meliputi perluasan target kawasan konservasi perairan, penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budidaya perikanan ramah lingkungan khususnya untuk komoditas unggulan ekspor (udang, kepiting, rumput laut, lobster), pengelolaan berkelanjutan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta penanganan sampah plastik di laut melalui program Bulan Cinta Laut. (OL-17)
Setelah sukses merevitalisasi tradisi Muro di Lembata, Nusa Tenggara Timur, LSM Barakat memulai langkah maju mendorong ekonomi biru di kawasan pesisir Lembata.
Ajang “Mermaid Merman Indonesia” resmi diluncurkan hasil kolaborasi Marine Actions Expo dan El John Pageants.
FMIPA UI menggali potensi pengembangan ekonomi biru sebagai strategi pemberdayaan masyarakat pesisir di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.
Ekonomi Biru tidak hanya bicara soal perikanan tapi juga ocean renewable energy, migas, pelayaran, industri galangan kapal, hingga digitalisasi logistik maritim.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memperluas manfaat ekonomi biru pada paruh kedua 2025.
Menurut Hanarko Djodi Pamungkas, ketahanan pangan harus dibarengi dengan tanggung jawab menjaga laut dari pencemaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved