Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA minggu terakhir, dunia dikejutkan oleh PHK massal yang dilakukan perusahaan teknologi dunia. Beberapa di antaranya adalah Amazon yang melakukan PHK terhadap sekitar 18 ribu karyawan, Google 12 ribu, Microsoft 11 ribu, Meta 11 ribu, Salesforce 7 ribu, Twitter 3.700, Coinbase 960, dan Netflix 450.
Pengamat Marketing Yuswohady mengatakan bahwa fenomena ini dapat dilihat dari dua sisi yaitu secara politis dan ekonomi. Jika dilihat secara ekonomi, PHK massal terjadi karena dua hal. Pertama, salah prediksi, dalam artian pada awal pandemi perusahaan besar terkonologi tersebut melakukan kesalahan dengan merekrut ribuan karyawan karena terlalu optimis terhadap lonjakan ekonomi digital akibat pandemi.
"Kedua, ekonomi dunia dilanda resesi, inflasi tinggi, dan kue iklan mengerut sehingga potensi revenue menggiurkan yang mereka harapkan di awal pandemi ternyata hanya pepesan kosong," ungkapnya kepada Media Indonesia, Sabtu (28/1).
Menurutnya, kedua hal ini digerakan oleh FOMO (fear of missing out) atau takut ketinggalan momentum. Salah satu pemicu FOMO ini adalah bias kognitif yang disebut social proof yaitu aksi ikut-ikutan ketika orang lain melakukan sesuatu.
"Itulah yang dialami perusahaan teknologi saat awal pandemi sampai saat ini. Di awal pandemi, mereka melihat prospek lonjalan ekonomi digital karena konsumen hijrah dari ranah offline ke online. Itulah yang mendorong mereka FOMO melakukan aksi ikut-ikutan merekrut ribuan karyawan. Satu aksi yang dilakukan pemain dan diikuti pemain lain secara beramai-ramai atau copycat behavior," kata Yuswohady.
"Di akhir pandemi hal sebaliknya terjadi. Krisis global dan inflasi tinggi membuat bisnis mereka terpuruk. Maka, ketika satu pemain melakukan layoff besar-besaran, FOMO kembali terjadi," sambungnya.
Sementara itu, Jika dilihat dari sisi politis, PHK massal disebabkan oleh desakan investor untuk menekan cost dari karyawan agar profitabilitas dan kinerja saham membaik.
"Karena ketika krisis, omzet otomatis tidam tercapai, terjadilah PHK massal. Jadi perusahaan raksasa itu kalau PHK karyawan bukan sahamnya jatuh, justru naik. Nah dengan cost karyawan turun, spread profit mereka jadi naik. Itu desakan investor karena krisis dunia ini proyeksi pendapatan berkurang kan, maka harus tekan cost agar profitabilitas bagus dan kinerja saham juga bagus,"
Lebih lanjut, Yuswohadi menambahkan bahwa kondisi global yang penuh ketidakpastian karena perang Ukraina-Rusia, tekanan inflasi yang tinggi dan lainnya menjadi alasan bagi para perusahaan teknologi besar untuk melakukan PHK massal.
"Jadi mereka PHK dalam rangka memperbaiki profitabilitas dan mengikuti perubahan lingkungan bisnis dan mereka adaptif. Jadi kondisi enggak bagus, PHK menjadi respons mereka. Praktik ini akan terjadi terus menerus. Mereka sebetulnya untung karena global crisis karena itu bisa jadi alasan untuk lakukan PHK padahal mereka masih untung secara profit dan saham," tegas Yuswohady.
Dia menilai bahwa PHK massal yang terjadi pada perusahaan teknologi global dan Indonesia sangat berbeda. Menurutnya, PHK massal yang dilakukan oleh perusahaan teknologi Indonesia dilakukan untuk bertahan hidup.
"Di akhir 2022 kan terjadi PHK massal unicorn Indonesia baik GoTo, Travelloka dan lainnya itu karena bertahan hidup. Kalau startup kita itu menahan kebangkrutan karena pembiayaan ke belum selesai, ketika kondisi tidak baik, investor menarik pembiayaan. Makanya mereka merugi dan itu besar sekali. Mereka masih haus duit investor. Ketika susah maka duitnya berhenti. Ketika berhenti ya bisa bankrut. Kalau perusahaan raksasa itu bukan dalam rangka mau bankrut karena mereka hanya menekan cost dan kondisi yang menjadi alasannya," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Akhir Pekan Harga Emas Sedikit Melemah
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat program UMKM Naik Kelas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari: bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga berlibur kini sering dilakukan di depan layar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI siap menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang berlangsung pada 9-11 Desember
KEPALA Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai situasi pasar global saat ini cukup optimistis terhadap kemungkinan penurunan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed.
Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin Spot dan Bitcoin Halving akan memberikan dampak positif bagi peningkatan transaksi perdagangan aset kripto di bursa Indonesia.
Puncak perayaan HUT REI ke-51 mengusung tema ‘Bersama REI, Properti Bangkit, Indonesia Maju’ dan diselenggarakan di Medan Sumatera Utara.
Survei Konsumen Bank Indonesia untuk Januari 2023 mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat.
HARGA minyak naik sekitar 3% ke level tertinggi satu minggu pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didorong harapan prospek ekonomi global yang lebih baik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved