Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja yakin Indonesia tidak akan masuk ke resesi seperti yang ditakutkan. Memang di negara-negara tetangga akan banyak yang kemungkinan menghadapi resesi. "Lingkungan yang akan membedakan," kata Jahja, Kamis (26/1).
Dengan kekuatan kinerja ekspor, kebutuhan devisa tercukupi. Ekspor apakah dari CPO atau pertambangan akan membutuhkan tenaga kerja. Penting bagi Indonesia, bagaimana tenaga kerja yang sebanyak itu dibutuhkan.
Dengan penambahan tenaga kerja, bisa mendorong kekuatan berbelanja masyarakat secara menyeluruh. Daerah-daerah seperti Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera, tidak cukup tenaga kerja terdampaknya, perlu dari Jawa didatangkan.
Ini menambah distribusi pendapatan. Mereka akan mengirimkan dana-dana gajinya ke keluarga, dan ini juga meningkatkan buying power. Belum lagi dengan distribusi pekerja, alat berat, pembangunan infrastruktur juga akan merambatkan distribusi penghasilan.
"Multiplier effect dari kegiatan bisnis ekspor ini luar biasa, dan menyangkut penambahan tenaga kerja. Ini menambah keyakinan saya, bahwa memang terjadi itu penurunan daripada daya beli secara hukum tetapi ke depan itu akan meningkat," kata Jahja. (OL-12)
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tetap tenang dalam menyikapi isu potensi resesi ekonomi.
Angka tersebut merupakan salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menandakan sektor manufaktur berada dalam fase ekspansi
CHIEF Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai risiko Indonesia mengalami resesi dalam waktu dekat amat kecil karena ditopang oleh kekuatan domestik.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufiqurrahman menilai pemerintah gagal mengoptimalkan ruang fiskal di tengah perlambatan ekonomi dan meningkatkan risiko resesi.
Indonesia dihantui resesi karena pertumbuhan ekonomi yang mengkhawatirkan. Pada triwulan pertama 2025, pertumbuhan ekonomi nasional hanya 4,87%, terendah sejak triwulan ketiga 2021.
Pengamat meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah resesi, mengingat perkembangan secara triwulanan (q to q) juga tercatat minus 0,98%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved