Rabu 11 Januari 2023, 08:02 WIB

Gempar Indonesia Optimistis Indonesia Mampu Cegah Resesi 

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Gempar Indonesia Optimistis Indonesia Mampu Cegah Resesi 

Dok. Gempar Indonesia
Ketua Bidang Perdagangan dan Perindustrian Generasi Muda Pembaharuan (Gempar) Indonesia, Maudy Cancera Palar

 

KETUA Bidang Perdagangan dan Perindustrian Generasi Muda Pembaharuan (Gempar) Indonesia, Maudy Cancera Palar optimistis Indonesia bisa mencegah resesi pada tahun ini. Maudy meyakini pemerintah mampu menahan kenaikan inflasi 2023 merujuk pada prediksi Dana Moneter Internasional atau IMF yang baru mengeluarkan prediksi ekonomi dunia.

Meski demikian, CEO Klik Panen itu mengingatkan pemerintah tetap mewaspadai ancaman resesi tersebut. Menurutnya, laju inflasi yang tidak terkendali bisa berdampak buruk terhadap perekonomian Indonesia.

"Saat ini dunia belum sepenuhnya baik-baik saja. Banyak negara yang kolaps, mengalami resesi karena nggak kuat menahan laju inflasi yang tinggi, barang-barang pada naik, sampai-sampai masyarakat nggak mampu beli. Dan ini harus dikendalikan, Indonesia perlu mengantisipasi," kata Maudy di Jakarta, Rabu (11/1).

Maudy mengatakan tantangan terbesar pemerintah ialah perubahan iklim yang semakin besar melanda Indonesia. Hal itu dapat mempengaruhi harga pangan yang berdampak pada kenaikan.

"Dampaknya bisa mempengaruhi harga pangan, karena banjir dan kekeringan ekstrem, dengan adanya hal tersebut pemerintah harus merumuskan kebijakan kebijakan dari hulu sampai hilir sehingga dengan adanya tantangan itu bisa di atasi bersama dengan kolaborasi bersama," ujar Maudy.

Baca juga : Presiden: Bangun Ekosistem Industri Terintegrasi untuk Tingkatkan Nilai Tambah

Diketahui, ancaman resesi pada 2023 masih membayangi Indonesia. Meskipun pada triwulan III-2022 Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi impresif sebesar 5,72%, namun itu belum membuat ancaman tersebut hilang.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan adanya ancaman resesi global pada 2023. Menurutnya, saat ini beberapa negara telah merasakan kenaikan harga yang signifikan.

"Di negara-negara lain sekarang sulit semua, dunia sekarang sangat sulit semua, harga-harga naik sampai 2 kali lipat, 50 persen tapi di negara kita bisa kita kendalikan dengan baik," kata Jokowi di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11).

Jokowi mengatakan beberapa negara besar sudah mengalami resesi akibat inflasi global. Namun, Indonesia terbilang masih aman dari ancaman tersebut.

Meski demikian, Indonesia tidak boleh terlena dengan keadaan sekarang. Pasalnya, jika tak diantisipasi dengan baik, resesi juga bisa menerpa bangsa ini. (RO/OL-7) 

Baca Juga

Ist

Dukung Keselamatan Penumpang, Airasia Ride  Kerja Sama dengan Jasa Raharja

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 18:29 WIB
PT Airasia Super App Indonesia meresmikan kemitraannya dengan PT Jasa Raharja untuk memberikan perlindungan asuransi bagi penumpang umum...
dok.Ist

Feedloop dan BDD Kembangkan Bisnis Berbasis Data dan Strategi Digital

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 17:56 WIB
MENGEMBANGKAN dan meningkatkan prosentase penjualan merupakan misi utama para pegiat bisnis. Upaya ke arah itu adalah lewat strategi...
AFP

Harga Minyak Global Bergerak Waspada Jelang Pertemuan Pejabat Eropa

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 27 Januari 2023, 14:35 WIB
Di tengah tekanan sanksi ekonomi, inflasi, dan kerusuhan yang meluas, pemerintah Iran dilaporkan telah meningkatkan penjualan minyak ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya