Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Bidang Perdagangan dan Perindustrian Generasi Muda Pembaharuan (Gempar) Indonesia, Maudy Cancera Palar optimistis Indonesia bisa mencegah resesi pada tahun ini. Maudy meyakini pemerintah mampu menahan kenaikan inflasi 2023 merujuk pada prediksi Dana Moneter Internasional atau IMF yang baru mengeluarkan prediksi ekonomi dunia.
Meski demikian, CEO Klik Panen itu mengingatkan pemerintah tetap mewaspadai ancaman resesi tersebut. Menurutnya, laju inflasi yang tidak terkendali bisa berdampak buruk terhadap perekonomian Indonesia.
"Saat ini dunia belum sepenuhnya baik-baik saja. Banyak negara yang kolaps, mengalami resesi karena nggak kuat menahan laju inflasi yang tinggi, barang-barang pada naik, sampai-sampai masyarakat nggak mampu beli. Dan ini harus dikendalikan, Indonesia perlu mengantisipasi," kata Maudy di Jakarta, Rabu (11/1).
Maudy mengatakan tantangan terbesar pemerintah ialah perubahan iklim yang semakin besar melanda Indonesia. Hal itu dapat mempengaruhi harga pangan yang berdampak pada kenaikan.
"Dampaknya bisa mempengaruhi harga pangan, karena banjir dan kekeringan ekstrem, dengan adanya hal tersebut pemerintah harus merumuskan kebijakan kebijakan dari hulu sampai hilir sehingga dengan adanya tantangan itu bisa di atasi bersama dengan kolaborasi bersama," ujar Maudy.
Baca juga : Presiden: Bangun Ekosistem Industri Terintegrasi untuk Tingkatkan Nilai Tambah
Diketahui, ancaman resesi pada 2023 masih membayangi Indonesia. Meskipun pada triwulan III-2022 Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi impresif sebesar 5,72%, namun itu belum membuat ancaman tersebut hilang.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan adanya ancaman resesi global pada 2023. Menurutnya, saat ini beberapa negara telah merasakan kenaikan harga yang signifikan.
"Di negara-negara lain sekarang sulit semua, dunia sekarang sangat sulit semua, harga-harga naik sampai 2 kali lipat, 50 persen tapi di negara kita bisa kita kendalikan dengan baik," kata Jokowi di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11).
Jokowi mengatakan beberapa negara besar sudah mengalami resesi akibat inflasi global. Namun, Indonesia terbilang masih aman dari ancaman tersebut.
Meski demikian, Indonesia tidak boleh terlena dengan keadaan sekarang. Pasalnya, jika tak diantisipasi dengan baik, resesi juga bisa menerpa bangsa ini. (RO/OL-7)
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tetap tenang dalam menyikapi isu potensi resesi ekonomi.
Angka tersebut merupakan salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menandakan sektor manufaktur berada dalam fase ekspansi
CHIEF Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai risiko Indonesia mengalami resesi dalam waktu dekat amat kecil karena ditopang oleh kekuatan domestik.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufiqurrahman menilai pemerintah gagal mengoptimalkan ruang fiskal di tengah perlambatan ekonomi dan meningkatkan risiko resesi.
Indonesia dihantui resesi karena pertumbuhan ekonomi yang mengkhawatirkan. Pada triwulan pertama 2025, pertumbuhan ekonomi nasional hanya 4,87%, terendah sejak triwulan ketiga 2021.
Pengamat meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah resesi, mengingat perkembangan secara triwulanan (q to q) juga tercatat minus 0,98%.
Lonjakan harga minyak global hingga US$100 per barel tekan APBN Indonesia. Pakar soroti dilema subsidi, inflasi, dan potensi perlambatan ekonomi.
Secara tahunan inflasi berada di angka 3,23 persen (year on year/yoy), turun dari bulan sebelumnya sebesar 3,54 persen dan di bawah inflasi nasional 3,48 persen.
INFLASI di DKI Jakarta selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026 tercatat tetap terkendali di tengah peningkatan permintaan musiman masyarakat.
Langkah Indonesia tergolong unik jika dibandingkan dengan respons negara-negara lain yang mayoritas memilih untuk menaikkan harga secara signifikan.
Amalia menjelaskan bahwa inflasi tahunan tarif listrik pada Maret 2026 mencapai 26,99%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Maret 2026 sebesar 3,48%. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Maret 2025 yang hanya sebesar 1,03%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved