Jumat 06 Januari 2023, 13:49 WIB

Putusan Pengembalian Aset Jamaah First Travel Harus Transparan

Atalya Puspa | Ekonomi
Putusan Pengembalian Aset Jamaah First Travel Harus Transparan

ANTARA
First travel

 

MAHKAMAH Agung (MA) telah menerbitkan putusan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan pidana kasus penipuan ribuan jemah umrah yang dilakukan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) First Travel yang telah divonis menipu ribuan jemaah umrah. 

Menanggapi itu, Kuasa Hukum Korban Jemaah Umrah First Travel Mustolih Siradj sangat mengapresiasi putusan Peninjauan Kembali (PK) yang diterbitkan para Hakim Agung di Mahkamah Agung. 

Baca juga: Permentan No 3 Tahun 2022 Jamin Keadilan Program PSR Sampai ke Petani Sawit

"Ini adalah putusan progresif dan berpihak kepada jemaah yang sebenarnya sudah sangat lelah dan hampir saja putus asa menanti hadirnya keadilan,” kata Mustolih dalam keterangan resmi, Jumat (6/1)

Untuk itu, menurut pria yang juga Ketua Komnas Haji dan Umrah itu meminta kepada Mahkamah Agung agar segera mempublikasikan salinanan putusan PK tersebut secara utuh di website direktori penelusuran perkara sebagai bentuk transparansi. 

“Mahkamah Agung perlu segera mempublikasikan putusan PK tersebut. Saya sudah cek per hari ini pada direktori putusan di website resmi MA, tetapi tampaknya belum di-publish” katanya. 

Menurutnya, jika merujuk pada putusan-putusannya sebelumnya, tidak kurang ada 810 jenis barang bukti yang dijadikan alat bukti pada perkara bos First Travel. Ada yang dikembalikan ke jaksa, ada yang dikembalikan kepada para saksi yang dahulu disita, sebagai besar dirampas oleh negara. Jenisnya macam-macam dari mulai kwitansi, dokumen, alat-alat elektronik, tabungan, kendaraan, deposito, polis asuransi dan sebagaimanya. 

“Barang bukti yang mana, apa saja yang dikembalikan ke jemaah, apakah masih bernilai ekonomis atau tidak, itu baru bisa diketahui setelah salinan putusan PK dipublikasikan” tambahnya

Wakil Ketua DPC PERADI Tangerang ini selanjutnya melanjutkan, jika PK sudah diterima, dia selanjutnya akan menempuh beberapa langkah lanjutan yakni menelusuri keberadaan aset-aset tersebut kepada pihak-pihak terkait, dimana bukti-bukti itu saat ini berada dan disimpan, siapa yang bertanggungjawab menyimpannya, kemudian baru menghitung nilai asetnya berapa, lalu meminta pihak terkait bagaimana prosedur dan tata cara pembagian aset kepada Jemaah korban Fisr Travel. 

“Para korban sangat berharap uang mereka masih kembali” pungkasnya. (OL-6)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Reformasi Pajak Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Poppy Zeidra : Optimis

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 19:06 WIB
Sebagaimana diketahui, Direktorat Jenderal Pajak terus mendorong reformasi perpajakan untuk meningkatkan kepatuhan...
Dok. Kementan

Panen Padi di Kabupaten Bekasi Melimpah, ini Pesan dan Harapan Petani

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 19:03 WIB
"Alhamdulillah panen musim ini hasilnya sangat memuaskan. Padahal secara jadwal tanam disini sedikit...
Dok. Kementan

BPS: Panen Padi Kabupaten Bekasi Meningkat 3 Persen, Sangga Jabar dan DKI Jakarta

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 18:58 WIB
"Produksi padi dan beras dihitung hingga level kabupaten dan kota. Termasuk hitungan di Kabupaten Bekasi. Dimana sejak 2021 luas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya