Kamis 29 Desember 2022, 07:15 WIB

Memberikan Kesempatan untuk Mandiri

Jek/M-3 | Ekonomi
Memberikan Kesempatan untuk Mandiri

Dok. Puka
Pendiri dan CEO Puka Dessy Nur Anisa Rahma.

 

HAK kelompok difabel telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Pasal 53 ayat 1 UU itu mensyaratkan pemerintah, pemerintah daerah, serta badan usaha milik negara dan daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2% penyandang disabilitas dari jumlah pegawai. Sementara itu, Pasal 2 mewajibkan perusahaan swasta mempekerjakan sedikitnya 1% penyandang disabilitas.

Namun, dalam temuan penelitian International Labour Organization (ILO) Indonesia, yang disampaikan National Program Officer ILO Tendy Gunawan dalam paparan Mapping of Workers with Disabilities in Indonesia pada Juni, masih minim pekerja difabel di perkotaan. Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, menyebutkan dari sekitar 17 juta difabel usia produktif, hanya 7,6 juta yang bekerja.

Di tengah masih minimnya kesempatan dan ruang bagi kelompok difabel, UMKM yang berbasis di Bandung, Puka (Pulas Katumbiri), yang berfokus pada produk aksesori dan suvenir, berupaya memberikan ruang kreasi bagi kaum difabel.

Pendiri Puka, Dessy Nur Anisa Rahma, telah membuka ruang tersebut. Merek yang berdiri pada akhir 2015 itu pada awal 2016 langsung mengajak kerja sama para siswa sekolah luar biasa (SLB). Dessy menganggap mereka memiliki keterampilan luar biasa dengan berbagai program vokasional, termasuk produk kriya.

Dessy ingin memberikan ruang hasil kriya kelompok difabel juga dikenal publik. Selain bekerja sama dengan SLB, kini Puka membuka ruang bagi kelompok difabel usia produktif untuk bergabung di usaha mereka. Di antaranya para difabel tunarungu. Dari pengamatan Dessy, banyak dari pekerja difabelnya kini memiliki kepercayaan diri dan mampu mandiri secara finansial.

“Alhamdulillah, yang awalnya enggak kerja setidaknya ada pemasukan. Jadi, enggak selalu minta ke orangtua atau suami. Pekerja difabel kami juga ada dari kelompok tuli perempuan. Mereka kini bangga karena hasil kerja diterima pasar,” kata Dessy kepada Media Indonesia melalui sambungan telepon, Selasa (27/12).

Untuk proyeksi mendatang, Dessy juga ingin memberikan kesempatan bagi kelompok difabel untuk bisa ikut dalam urusan-urusan manajerial di Puka, seperti keuangan hingga penjualan, termasuk pengurus toko. Dengan demikian, mereka juga bisa berinteraksi langsung dengan para pembeli produk Puka. (Jek/M-3)

Baca Juga

Dok.SBI

Kandidat Proper Emas, Kepala Daerah Se-Jawa Barat Studi Banding Pabrik SBI Narogong

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 14:58 WIB
Penerapan kaidah pertambangan yang baik oleh SBI merupakan komitmen untuk memberikan perlindungan terhadap lingkungan dan tanggung jawab...
Dok Pupuk Indonesia

Pupuk Indonesia Bidik 1.000 Kios untuk Pasarkan Pupuk Non Subsidi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 13:10 WIB
Pupuk Indonesia membidik 1.000 kios komersil, yang memasarkan pupuk non subsidi dan produk-produk Pupuk Indonesia lainnya, untuk beroperasi...
Ist

Lima Cara Meriset Produk Unggulan untuk Tingkatkan Omzet Penjualan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:24 WIB
Riset produk dapat menjadi cara untuk melihat perkembangan kompetitor sehingga Anda dapat mengembangkan produk dan layanan dengan lebih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya